3 Nelayan Hilang di Perairan Jember, Tim SAR Perluas Area Pencarian

Strategi pencarian dibagi menjadi tiga regu atau Search and Rescue Unit (SRU) untuk mengoptimalkan pemetaan wilayah.

Diterbitkan 20 Agustus 2026, 10:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Tim SAR Gabungan terus memaksimalkan pencarian tiga nelayan yang hilang pascatenggelamnya Kapal Motor (KLM) Pantes di Perairan Paseban, Kecamatan Kencong, Kabupaten Jember. Memasuki hari kedua operasi pada Kamis (20/8/2026), penyisiran kini diperluas melalui jalur laut dan darat.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banyuwangi, I Made Oka Astawa, menyatakan bahwa strategi pencarian dibagi menjadi tiga regu atau Search and Rescue Unit (SRU) untuk mengoptimalkan pemetaan wilayah.

Kata dia, regu pertama menggunakan Rubber Boat Basarnas dan BPBD Jember untuk menyisir area seluas 58,5 mil laut (Nautical Miles) dengan pola Parallel Search Pattern.

Sedangkan regu kedua menggunakan perahu nelayan lokal untuk menyisir area seluas 49,2 mil laut menggunakan pola pencarian paralel. Sementara itu, regu ketiga melakukan penyisiran visual di sepanjang garis pantai Paseban dengan jangkauan radius 14 kilometer.

"Pembagian sektor ini dilakukan untuk memperluas jangkauan sekaligus memastikan setiap sudut area sasaran tersisir optimal," tegas I Made Oka Astawa, Kamis (20/8/2026).

Menurutnya, operasi ini mengerahkan 29 personel gabungan dari Pos SAR Jember, BPBD Jember, BPBD Lumajang, TNI/Polri, relawan (Bensaromben & Siluman Rescue), serta nelayan setempat. Pencarian didukung unit Rescue Car, perahu karet, peralatan water rescue, medis, dan komunikasi. Kondisi cuaca di lokasi dilaporkan cerah dengan kecepatan angin 5,4 knot dan tinggi gelombang berkisar 0,5 hingga 1,5 meter.

"Pencarian akan terus kita optimalkan dengan tetap mempertimbangkan faktor keselamatan seluruh personel di lapangan," tambahnya.

 

Dihantam Ombak Ganas

Diberitakan sebelumnya, dihantam ombak ganas di Perairan Paseban, Kecamatan Kencong, Kapal Layar Motor (KLM) Pantes terbalik dan tenggelam pada Rabu (19/8/2026) dini hari. Tragedi ini mengakibatkan satu nelayan tewas, satu selamat, sementara tiga lainnya hilang di gulungan ombak.

Peristiwa bermula saat kapal berawak lima orang warga Desa Mojosari, Kecamatan Puger, tersebut melaut sejak Selasa (18/8/2026) siang menuju Perairan Meleman. Petaka datang saat perjalanan pulang sekitar pukul 02.00 WIB. Kapal dinilai terlalu dekat dengan bibir pantai hingga lambung kanannya dihantam gelombang tinggi.

"Benturan keras membuat lambung kanan bocor tajam hingga kapal langsung terbalik," tegas Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banyuwangi, I Made Oka Astawa.

Mendapat laporan dari Polair Puger pada sore harinya, Tim Rescue Pos SAR Jember langsung diterjunkan membawa perahu karet, peralatan water rescue, hingga perangkat medis.

Adapun korban yang masih hilang dan dalam pencarian diketahui bernama Mujai (58), warga Desa Mojosari, Puger; Moh. Sholihin (34), warga Desa Mojosari, Puger; dan Samsul (45), warga Desa Mojosari, Puger.

"Untuk korban yang ditemukan atas nama Samino (65), warga Desa Bagong Kecamatan Puger. Sedangkan korban meninggal dunia teridentifkasi atas nama Sahwiyanto (46) warga Desa Puger Wetan, Kecamatan Puger," tambahnya.

Â