Pemerintah Optimalkan Pindad Demi Kurangi Ketergantungan Senjata Asing

Muzani mendorong Pindad memperkuat teknologi dan kapasitas produksi untuk mendukung kemandirian pertahanan.

Diterbitkan 03 Oktober 2026, 20:25 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Ketua MPR Ahmad Muzani mendorong PT Pindad memperkuat kapasitas produksi dan teknologi pertahanan untuk mendukung kemandirian industri pertahanan nasional.

Hal itu disampaikan saat Muzani bersama sejumlah pimpinan MPR mengunjungi PT Pindad di Bandung, Jawa Barat.

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya MPR melihat langsung perkembangan industri pertahanan nasional sekaligus membahas rencana pengembangan PT Pindad hingga 2045.

Muzani mengatakan penguatan PT Pindad diperlukan agar industri pertahanan dalam negeri semakin mampu memenuhi kebutuhan pertahanan nasional dan mengurangi ketergantungan terhadap produk persenjataan dari luar negeri.

"Kita berikan support dan dukungan yang luar biasa untuk kemajuan Pindad supaya produksi industri strategis ini bisa tetap berkembang, makin kuat dan makin maju," ujar Muzani.

Menurut Muzani, keberadaan PT Pindad memiliki posisi strategis dalam mendukung pertahanan dan keamanan negara. Karena itu, kemampuan perusahaan dalam mengembangkan teknologi dan memenuhi kebutuhan alat peralatan pertahanan dan keamanan (alpalhankam) perlu terus diperkuat.

"Salah satu tugas MPR adalah memastikan bahwa NKRI, Negara Kesatuan Republik Indonesia, terjaga dengan baik dan solid. Kedatangan kami hari ini ke PT Pindad adalah memastikan bahwa perusahaan yang diberi mandat untuk menjalankan pertahanan dan keamanan negara berjalan dengan baik," katanya.

Muzani juga menekankan pentingnya pengembangan teknologi pertahanan nasional agar Indonesia tidak terus bergantung pada sistem persenjataan dari luar negeri. Menurut dia, peningkatan kapasitas industri pertahanan perlu diarahkan untuk mendukung kebutuhan pertahanan dalam negeri.

 

Kembangkan Berbagai Teknologi Pertahanan

Sementara itu, Direktur Utama PT Pindad Sigit P Santosa mengatakan perusahaan tengah mengembangkan berbagai teknologi pertahanan, mulai dari sistem persenjataan konvensional hingga smart weapon system.

Pengembangan tersebut mencakup senjata dan amunisi, kendaraan taktis, kendaraan operasional, hingga teknologi pertahanan untuk kebutuhan masa depan.

"Kami sampaikan juga tadi produk-produk apa saja yang kami sedang kembangkan, bagaimana pemenuhan terkait dengan bagaimana pada saat kita membangun batalyon-batalyon baru, kami siapkan senjata dan amunisi, bagaimana untuk kendaraan taktisnya, kendaraan operasionalnya, termasuk juga teknologi-teknologi baru masa depan," kata Sigit.

Sigit menambahkan, dukungan dari MPR menjadi bagian penting bagi Pindad untuk memperkuat perannya sebagai salah satu industri strategis nasional dan komponen pendukung pertahanan negara.

Dalam kunjungan tersebut, Muzani didampingi Wakil Ketua MPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) dan Eddy Soeparno, Ketua Komisi Kajian Konstitusi (K3) MPR Taufik Basari, jajaran K3 MPR, serta pejabat Sekretariat Jenderal MPR RI. Rombongan juga meninjau sejumlah fasilitas produksi PT Pindad.