Update Dampak Gempa M 6,1 Sumba Barat Daya NTT

BPBD Kabupaten Sumba Barat Daya masih melakukan pendataan untuk mengetahui dampak kerusakan akibat gempa.

Diterbitkan 04 Oktober 2026, 13:56 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 6,1 mengguncang wilayah Sumba Barat Daya, NTT, pada Minggu (4/10/2026). Gempa tersebut menyebabkan sejumlah bangunan rusak, termasuk rumah warga dan gedung sekolah.

Bupati Sumba Barat Daya, Ratu Ngadu Bonu Wulla, mengatakan kerusakan akibat gempa dilaporkan terjadi di wilayah Kecamatan Kodi.

"Di wilayah kecamatan Kodi, tidak hanya rumah warga, tapi gedung sekolah juga banyak yang rusak," kata Ratu.

Ratu mengatakan saat ini BPBD Kabupaten Sumba Barat Daya masih melakukan pendataan untuk mengetahui dampak kerusakan akibat gempa.

"Nanti saya informasikan setelah BPBD melakukan pendataan," tandasnya.

Ia mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh isu yang kebenarannya tidak dapat dipertanggungjawabkan. Warga juga diminta menjauhi bangunan yang retak atau rusak akibat gempa bumi.

"Sudah ada informasi dari BMKG bahwa gempa ini tidak berpotensi tsunami," katanya.

 

Rumah Warga Rusak

Sementara itu, Kepala Desa Weepangali, Kecamatan Kota Tambolaka, Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), Fransiskus Umbu Gete, mengatakan gempa berkekuatan Magnitudo 6,1 menyebabkan 10 rumah warga di wilayahnya mengalami kerusakan berat.

Kesepuluh rumah tersebut tersebar di dua dusun, yakni Dusun II dan Dusun IV.

"Tidak ada korban jiwa di desa saya, hanya ada 10 rumah yang rusak berat," ujarnya, Minggu 4 September 2026.

Di sisi lain, Kalak BPBD SBD Stefanus Malo mengatakan pihaknya belum dapat memastikan jumlah rumah dan fasilitas umum yang mengalami kerusakan akibat gempa.

"Saat ini kami sedang melakukan pendataan. Nanti saya kabari lagi," tutupnya.

 

Gempa M 6,1 Sumba Barat Daya

Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 6,1 mengguncang wilayah Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Minggu (4/10/2026) sekitar pukul 05.55 WIB.

Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa berada di koordinat 9,7 Lintang Selatan dan 118,92 Bujur Timur dengan kedalaman 10 kilometer.

BMKG menyatakan gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Masyarakat diimbau tetap tenang dan mengikuti arahan dari pihak berwenang serta BMKG.