Helikopter Dikerahkan Padamkan Kebakaran TPA Jatiwaringin

BNPB mengerahkan dua helikopter water bombing dan menyiapkan opsi modifikasi cuaca.

Diterbitkan 01 Juli 2026, 11:35 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) akan mengerahkan helikopter water bombing, untuk memadamkan kobaran api yang menghanguskan 2 hektar lebih sampah di TPA Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang.

"Kita datangkan dua helikopter water bombing dan jika diperlukan lakukan operasi modifikasi cuaca," ujar Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto, dalam keterangan tertulis, Rabu (1/7/2026).

Pemberian bantuan dari BNPB dilakukan berdasarkan hasil asesmen tim Kedeputian Bidang Penanganan Darurat. Hingga Rabu pagi, kebakaran di TPA Jatiwaringin masih berlangsung dan berpotensi meluas.

Proses pemadaman pun terkendala karena material yang terbakar didominasi sampah dan bahan mudah terbakar. Selain itu, titik api berada di tumpukan sampah dengan ketinggian tertentu sehingga menyulitkan petugas untuk menjangkaunya.

"Kondisi ini diperparah dengan hembusan angin yang cukup kencang serta cuaca panas yang menyebabkan api cepat menjalar ke berbagai arah," ungkap Suharyanto.

 

15 Hektare Sudah Terbakar

Adapun, BNPB mereposisi helikopter water bombing jenis MI-8AMT berregistrasi RA-22834 dari Jambi ke Tangerang pada Rabu (1/7/2026). Helikopter tersebut sebelumnya digunakan untuk mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Jambi.

"Helikopter ini memiliki kapasitas angkut air hingga 4.000 liter untuk menjatuhkan air langsung ke titik-titik api," ujar Suharyanto.

Sementara itu, upaya pemadaman di darat terus dilakukan dengan mengerahkan 10 unit mobil pemadam kebakaran dari berbagai instansi. Petugas memfokuskan pemadaman pada area yang dapat dijangkau untuk menahan laju penyebaran api. Hingga saat ini, luas area yang terbakar diperkirakan mencapai 15 hektare.

BNPB juga memastikan, lokasi kebakaran jauh dari titik bandara, yakni sekitar 12 kilometer dari ujung barat landasan pacu (runway) Bandara Internasional Soekarno-Hatta, sehingga saat ini operasional penerbangan masih berjalan normal dan belum terdampak.