Maling di Mojokerto Tepati Janji dalam Surat, Kembalikan Uang ke Pemilik Toko

Proses pengembalian uang itu, diantarkan bersama dengan anak pelaku yang masih duduk di bangku sekolah dasar (SD).

Diterbitkan 16 Juni 2026, 18:24 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Seorang pencuri yang berkirim surat pada korbannya di Mojokerto, Jawa Timur pada Minggu (7/6/2026), memenuhi janjinya mengembalikan uang. Dia mengajak anaknya menemui pemilik toko kelontong yang jadi korban pencurian.

Pria berinisial EPB (35) akhirnya bertemu langsung dan menyampaikan permintaan maafnya pada korban, Alfin Setyo Tunggal (37), pemilik toko kelontong pada Selasa (16/6/2026).

"Pelaku sudah datang ke sini (Polsek Pungging) tadi pagi sama saya," ujarnya saat dikonfirmasi merdeka.com melalui telepon, Selasa (16/6).

Di hadapan polisi, pelaku sudah meminta maaf dan telah mengembalikan uang yang diambil dari warung milik Alfin. "Dan sudah saya maafkan," singkatnya.

Alfin pun memutuskan mencabut laporan pencurian. Sekaligus memastikan, perkara ini telah dapat diselesaikan secara damai.

"(Laporan) Sudah (saya) cabut laporan di Polsek Pungging tadi sama saya, dan sudah saya maafkan," ujarnya.

EPB memenuhi janjinya seperti dalam surat. Yakni mengembalikan Uang yang dicurinya untuk biaya sekolah sang anak. Pengembalian uang itu dilakukan dengan mencicil kepada Alfin. Pertama, dengan bantuan seorang perantara pada Selasa (9/6/2026) malam.

Proses pengembalian uang itu, diantarkan bersama dengan anak pelaku yang masih duduk di bangku sekolah dasar (SD). Uang tahap pertama dititipkan sebanyak Rp 120 ribu. Lalu tahap kedua sebesar Rp 200 ribu.

Curi Uang untuk Bayar Sekolah Anak

Kasus ini menjadi viral setelah, EPB warga Sidoarjo, tertangkap tangan oleh Alfin tengah mencuri 6 bungkus rokok di warung kelontongnya pada Minggu (7/6/2026) sekitar pukul 12.30 WIB. EPB dilepaskan dan rokok yang dicuri telah dikembalikan. Alfin terkejut, setelah mengecek uang hasil jualannya ternyata juga hilang.

Keesokan harinya, Senin (8/6), istri Alfin mendapati surat dari EPB yang diselipkan di bawah pintu toko. Surat tulisan tangan ini berisi permintaan maaf dari EPB, serta uraian alasannya mencuri, salah satunya untuk membayar sekolah anak. Pelaku pun menjanjikan akan mengembalikan uang Alfin tersebut.

Dalam surat tersebut, EPB mengaku mencuri uang Rp 352.000 dari laci Alfin. Berikut isi surat tersebut

Mohon maaf Pak Bu, Saya sejak bekerja gaji digantung.

Bapak Ibu, mohon maaf saya terdesak butuh uang. Mencari pinjaman namun tidak ada buat bayar semester anak saya. Kalau enggak bayar tidak bisa ikut.

Uang bapak Rp 352.000. Saya gajian dua minggu lagi, saya kembalikan Rp 400.000.

Mohon maaf Bapak Ibu.

Sekolah anak saya tidak bisa ditunda. Saya pertama kali mencuri.

"Saya baca ternyata surat dari maling itu. Isinya minta maaf, katanya mencuri untuk biaya sekolah anaknya dan dua minggu lagi uangnya akan diganti," beber Alfin.

 

Reporter: Erwin Yohanes/merdeka.com