Satu Korban Terseret Ombak Pantai Payangan Jember, Ditemukan Tewas

​Jasad korban pertama kali terlihat oleh nelayan setempat sekitar pukul 05.30 WIB, yang curiga adanya objek mengapung di perairan Payangan.

Diterbitkan 01 Juni 2026, 10:08 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Memasuki hari ketiga pencarian, Tim SAR Gabungan berhasil menemukan salah satu dari dua korban yang terseret arus di Pantai Seruni Payangan, Desa Sumberejo, Kecamatan Ambulu, Jember. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Senin (1/6/2026) pagi.

​Korban teridentifikasi sebagai Barokatul Hidayat (27), warga Dusun Karang Kebon, Desa Suci, Kecamatan Panti, Jember.

​Jasad korban pertama kali terlihat oleh nelayan setempat sekitar pukul 05.30 WIB, yang curiga adanya objek mengapung di perairan Payangan. Nelayan tersebut langsung melaporkan temuan ini kepada Tim SAR Gabungan.

​Setelah dievakuasi dari laut, jenazah langsung dibawa untuk proses identifikasi akhir sebelum diserahkan secara resmi kepada pihak keluarga.

​Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banyuwangi, I Made Oka Astawa, menegaskan bahwa operasi SAR belum selesai. Fokus tim kini beralih sepenuhnya untuk menemukan korban kedua.

​"Kami menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga korban. Satu korban atas nama Barokatul Hidayat berhasil dievakuasi berkat sinergi cepat dengan nelayan setempat. Saat ini, pencarian terhadap satu korban lainnya atas nama Rifki masih terus kami lanjutkan dengan mengoptimalkan seluruh sumber daya yang ada," ujar I Made Oka Astawa.

​Pencarian Rifki dipastikan akan mengutamakan keselamatan personel dengan terus memantau dinamika cuaca laut selatan yang terkenal ekstrem.

​Skala operasi SAR ini melibatkan puluhan personel dari berbagai elemen visual, di antaranya, Pos SAR Jember, BPBD Jember, Polairud Polres Jember, Pos TNI AL Puger, Polsek dan Koramil Ambulu. 

"Selain itu, SAR Rimba Laut Payangan, Destana Panti, Baret Rescue, Siluman Rescue, dan Senkom Jember, serta nelayan dan warga sekitar pesisir juga turut dilibatkan," tambahnya

 

Gelombang Tinggi dan Arus Bawah Laut

​Operasi ini didukung penuh oleh alutsista air seperti perahu karet (rubber boat), peralatan water rescue, peralatan medis, serta jaringan komunikasi darurat.

​Menyikapi tragedi ini, Basarnas kembali mengeluarkan peringatan keras kepada wisatawan maupun warga lokal agar meningkatkan kewaspadaan ekstra saat beraktivitas di sekitar pantai. 

"Karakteristik laut selatan Kabupaten Jember yang memiliki gelombang tinggi dan arus bawah laut (rip current) yang kuat sangat berbahaya dan dapat mengancam keselamatan jiwa sewaktu-waktu," ucapnya.