Memburu Pelaku Penyekapan dan Pemerkosaan Mahasiswi di Makassar

Identitas pelaku sudah diketahui.

Diterbitkan 15 Mei 2026, 22:23 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Mahasiswi asal Kalimantan Utara menjadi korban penyekapan dan pemerkosaan di Makassar, Sulawesi Selatan. Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Zainal A. Paliwang, membesuk korban di sela kegiatannya di Makassar.

“Ya, tadi malam kita mengunjungi untuk memberikan dukungan moril dan pendampingan,” ujar Gubernur Kaltara dikonfirmasi, Jumat (15/5/2026).

Gubernur Kaltara meminta kepolisian bisa segera menangkap pelaku.

"Mohon Bapak Kapolda Sulawesi Selatan untuk menindaklanjuti kasus ini sampai kasus ini terungkap,” pintanya kepada Kapolda Sulsel.

Pihaknya akan memberikan pendampingan dan berusaha membantu pemulihan psikologis korban. Menurutnya, korban dalam kondisi sangat trauma.

“Karena ini betul-betul trauma yang sangat dalam. Kasihan dia secara psikologis. Ini yang perlu kita tangani segera dan dari psikolog kita sudah meminta bantuan,” tuturnya.

Terpisah, Tim Satuan Reskrim Polsek Tamalate memastikan terus memburu terduga pelaku FR.

"Terduga pelaku adalah pria inisial FR (30) dan selama disekap, MA diduga jadi korban kekerasan seksual," kata Kepala Unit Satuan Reskrim Polsek Tamalate Iptu Abdul Latief di Makassar.

 

Bermula dari Iming-iming Pekerjaan

Dari hasil pemeriksaan awal, korban mengaku mengenal FR melalui Facebook setelah melamar pekerjaan lewat media sosial tersebut. Setelah dinyatakan diterima bekerja, korban diminta datang ke rumah yang menjadi lokasi dugaan penyekapan.

"Menurut keterangan korban, awal mula kejadian bermula saat korban melamar pekerjaan melalui media sosial. Setelah dinyatakan lulus, korban diarahkan untuk datang ke rumah yang menjadi lokasi kejadian," ungkap Latif.

Polisi masih mendalami jenis pekerjaan yang ditawarkan pelaku kepada korban. Namun berdasarkan pengakuan korban, ia diminta datang dan menginap di rumah tersebut.

"Untuk jenis pekerjaan yang dilamar, kami masih belum bisa memastikan. Namun berdasarkan keterangan korban, dia melamar kerja lewat media sosial dan kemudian diminta datang serta menginap di rumah tersebut," lanjutnya.

Selain dugaan penyekapan, polisi mendalami dugaan pemerkosaan berdasarkan keterangan awal korban. Untuk mendalami dugaan tersebut, polisi telah melakukan visum terhadap korban sebagai bagian dari proses penyelidikan.

"Ada juga dugaan tindak pemerkosaan berdasarkan keterangan awal korban,” katanya.

Latif juga mengatakan rumah itu diduga sengaja disewa FR untuk menjalankan aksinya. Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, rumah tersebut disewa selama kurang lebih tiga hari dengan alasan bahwa akan ada keluarganya yang akan datang karena ada acara pernikahan.