Liputan6.com, Jakarta - Polisi mengungkap kasus dugaan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) yang melibatkan anak di bawah umur. Remaja berinisial SAS (17) diduga merekrut dua anak perempuan untuk dipekerjakan sebagai terapis plus-plus di Surabaya, Jawa Timur.
Dua korban diketahui berinisial R (15) dan BAA (14), warga Kecamatan Telukbetung Selatan, Kota Bandar Lampung.
Kapolda Lampung, Helfi Assegaf mengatakan, pengungkapan kasus tersebut bermula dari laporan orang tua salah satu korban terkait dugaan perekrutan anak untuk eksploitasi seksual.
Advertisement
“Ini menjadi perhatian serius kami. Korban masih anak-anak dan dijanjikan pekerjaan dengan iming-iming gaji besar,” ujar Helfi saat konferensi pers di Mapolda Lampung, Selasa (12/5/2026).
Dalam kasus tersebut, polisi menetapkan SAS sebagai tersangka. Remaja itu diduga mengajak sekaligus membiayai keberangkatan para korban menuju Surabaya untuk bekerja sebagai terapis plus-plus.
Berdasarkan hasil penyelidikan, tersangka menjanjikan upah sebesar Rp2 juta per minggu kepada para korban. Selain itu, SAS juga diduga mendapat keuntungan Rp30 ribu dari setiap tamu yang dilayani korban.
“Pelaku menawarkan pekerjaan sebagai terapis plus-plus dengan imbalan tertentu. Dari setiap korban yang menerima tamu, pelaku juga mendapatkan bagian keuntungan,” ungkap Helfi.
Polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti, mulai dari dokumen identitas korban, tangkapan layar percakapan WhatsApp, hingga bukti pemesanan tiket perjalanan tujuan Surabaya.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5741788/original/021522100_1778639341-1001248998.jpg)
Modus Pemalsuan Identitas
Tak hanya itu, penyidik juga menemukan dugaan penggunaan KTP palsu milik salah satu korban. Berdasarkan akta kelahiran, korban lahir pada April 2011, namun di dalam KTP diduga diubah menjadi April 2008 agar terlihat cukup umur.
“Ini masih kami dalami, termasuk dugaan pemalsuan identitas untuk memuluskan keberangkatan korban. Penyidik juga menyita satu unit telepon genggam milik tersangka yang diduga digunakan untuk merekrut dan berkomunikasi dengan para korban,” jelasnya.
Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 2 juncto Pasal 17 Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang sebagaimana disesuaikan dalam KUHP baru, dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.
Kapolda Lampung menegaskan pihaknya akan terus memperkuat pengawasan dan penindakan terhadap praktik perdagangan orang, khususnya yang menyasar anak di bawah umur.
“Kami mengimbau masyarakat dan orang tua lebih waspada terhadap tawaran pekerjaan mencurigakan dengan iming-iming penghasilan besar, terlebih menyasar anak-anak,” tandasnya.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8672103/original/092674300_1782711428-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-29T123620.816.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8673310/original/025399100_1782713964-cek_fakta_purbaya_pensiunan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8668432/original/066093000_1782703201-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-29T101610.906.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8471519/original/070085400_1782374653-Tugas__40_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/3637781/original/021268200_1745160789-1000239699.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5741789/original/039500100_1778639341-1001249014.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/3884475/original/ACg8ocLPzfWW6auvgQa_dor5DOxbSAFvt9Q8dzlB97XYclrNTo6hFg%3Ds200.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8633516/original/070380800_1782633001-photo-collage.png__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8674531/original/079790200_1782716407-AP26177104053905.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260382/original/054470700_1781590662-063_2281748273.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259253/original/099827400_1781493084-AP26165774269127.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4864218/original/041026400_1718404435-AP24166759629724.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263966/original/082388400_1782038241-000_B7RC3ZV.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5415752/original/060786800_1763419826-000_84BP8PA.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8525155/original/017274300_1782455154-AP26176798846634.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8452334/original/003376600_1782349228-ney.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259033/original/064642600_1781436681-000_B6Z637Y.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8668326/original/051794500_1782703035-AP26179791541483.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4263103/original/002442900_1671164554-ilustrasi_bayi.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2301321/original/067009400_1533289220-153328922047173ilustrasi-perdagangan-manusia-ilustrasi-amin-h-al-bakki-kriminologi-id-1532673734.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1248931/original/018790600_1464593127-081631900_1444552613-Ilustrasi-Kekerasan-Anak2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5458366/original/038352700_1767077924-IMG_20251230_123004_818.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5506270/original/025755000_1771422589-pekerja_migran.webp)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5474658/original/044705700_1768527086-unnamed__15_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5738610/original/044223600_1778635099-1001249424.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5735288/original/087083100_1778630744-1000770272.jpg)