Video Viral Perwira Polisi di Kelab Malam Medan, AKBP HS Berdalih Penyelidikan Kasus

AKBP HS berdalih sedang melaksanakan kegiatan penyelidikan (lidik) tindak pidana narkotika di salah satu kelab malam di Kota Medan. Videonya viral dan beredar di masyarakat.

Diterbitkan 05 Mei 2026, 16:40 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Jagat dunia maya dihebohkan dengan beredarnya video viral yang memperlihatkan seorang perwira Polisi berada di salah satu Tempat Hiburan Malam (THM) atau kelab malam di Kota Medan. Sosok perwira polisi berinisial AKBP HS bersama seorang anggotanya, Brigadir NPL, kini tengah menjalani pemeriksaan intensif di Bidang Profesi dan Pengamanan (Bidpropam).

Langkah tegas ini diambil untuk memastikan apakah keberadaan personel Polri di lokasi hiburan tersebut sudah sesuai dengan prosedur atau justru melanggar kode etik kepolisian.

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Dr. Ferry Walintukan, mengungkapkan, berdasarkan keterangan awal, AKBP HS berada di lokasi tersebut bukan untuk urusan pribadi, melainkan tugas kedinasan.

"Yang bersangkutan diketahui sedang melaksanakan kegiatan penyelidikan (lidik) tindak pidana narkotika di salah satu THM di Medan," ujar Ferry di Medan, Selasa (5/5/2026).

Polda Sumut tidak langsung menelan mentah-mentah alibi tersebut. Tim Propam tetap mendalami motif dan konteks utuh dari video yang kabarnya direkam oleh sesama rekan sejawat berinisial Kompol DK itu.

Ferry menegaskan bahwa institusinya tidak akan memberikan ruang bagi tindakan yang dapat mencoreng citra Polri. Pemeriksaan ini merupakan bentuk komitmen Kapolda Sumut dalam menjaga integritas personel di mata masyarakat.

"Kami tetap mendalami secara komprehensif. Kami tidak mentolerir tindakan yang tidak sesuai norma dan etika kesopanan, terlebih jika berpotensi menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap Polri," tegas Kombes Ferry.

Hingga saat ini, proses pemeriksaan terhadap AKBP HS masih berlangsung secara objektif dan transparan. Polda Sumut mengimbau publik agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu-isu liar yang berkembang di media sosial terkait potongan video tersebut.

"Kami pastikan proses berjalan profesional. Jika ditemukan pelanggaran disiplin maupun kode etik, tindakan tegas sesuai aturan yang berlaku pasti akan dijatuhkan," pungkasnya.

Â