RSUD Sekarwangi Kebakaran, Matahari Diduga Jadi Pemicu

Tumpukan barang bekas serta alkes yang sudah tidak terpakai dilaporkan hangus dalam kebakaran tersebut.

Diterbitkan 10 Juli 2026, 18:38 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Area luar Gedung Instalasi Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Rumah Sakit (IPSRS) RSUD Sekarwangi, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, terbakar pada Jumat (10/7/2026). Tumpukan barang bekas serta alat kesehatan (alkes) yang sudah tidak terpakai dilaporkan hangus dalam insiden tersebut.

Kebakaran diduga dipicu cuaca ekstrem di tengah musim kemarau. Pantulan sinar matahari pada material kaca dan logam di area terbuka diduga menimbulkan panas berlebih hingga menyulut bahan-bahan yang mudah terbakar di sekitarnya.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Sukabumi, Budianto, mengatakan titik api tidak berasal dari dalam bangunan, melainkan dari area terbuka di samping gedung.

"Di situ ada tumpukan besi dan kaca. Kemungkinan ada bahan seperti styrofoam yang terkena pantulan sinar matahari, sehingga menimbulkan percikan api dan sempat membesar ke arah ruangan," ujar Budianto.

Untuk memadamkan api, DPKP Kabupaten Sukabumi mengerahkan empat unit mobil pemadam kebakaran dari Posko Cibadak, Parungkuda, dan Cisaat.

"Kami turunkan empat unit armada, dari Posko Cibadak, Parungkuda, dan Cisaat. Proses pemadaman berlangsung cepat, hanya memakan waktu sekitar 15 menit api sudah berhasil diatasi," tambah Budianto.

Sementara itu, Wakil Direktur Administrasi Umum dan Keuangan RSUD Sekarwangi, Luki Mukti, menegaskan bahwa api tidak merambat ke bangunan utama maupun mengganggu pelayanan rumah sakit.

"Perlu kami luruskan, kejadiannya bukan di dalam gedung, tapi dari luar. Di sebelah gudang itu memang ada tumpukan barang bekas dan alkes rusak berat, seperti kasur pasien yang akan dihapuskan," urai Luki.

 

Tak Ada Korban Jiwa

Luki juga memastikan tidak ada kendaraan milik staf maupun pengunjung yang terdampak. Selain itu, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

"Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Untuk kepastian penyebab utama asal api, tentu kami menyerahkan sepenuhnya kepada pihak berwenang yang melakukan penyelidikan," ungkapnya.

Budianto mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau karena risiko kebakaran meningkat. Warga diminta berhati-hati saat menggunakan instalasi listrik, tidak membuang puntung rokok sembarangan, serta menghindari pembakaran sampah tanpa pengawasan.

"Jika terpaksa membakar sampah, harus ditunggu sampai benar-benar padam. Kami juga mengingatkan instansi atau warga agar tidak menumpuk barang bekas yang memantulkan cahaya di area terbuka," jelas dia.

Hingga kini, manajemen RSUD Sekarwangi bersama BPBD Kabupaten Sukabumi masih menghitung total kerugian materiil akibat kebakaran tersebut.