Bima Arya Minta Pemda Bangun Ekosistem Ekonomi Berbasis Potensi Daerah

Langkah ini dinilai penting agar keunggulan daerah mampu menciptakan nilai tambah.

Diterbitkan 22 Oktober 2026, 20:27 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto mendorong pemerintah daerah (pemda) mengembangkan potensi ekonomi wilayah melalui integrasi produksi, pengolahan, hingga pemasaran. Langkah ini dinilai penting agar keunggulan daerah mampu menciptakan nilai tambah dan meningkatkan perekonomian masyarakat.

Bima mengatakan, pertumbuhan ekonomi nasional merupakan akumulasi dari kinerja ekonomi daerah. Karena itu, kepala daerah harus mampu mengidentifikasi keunggulan wilayahnya sekaligus merumuskan strategi pengembangan ekonomi sesuai karakteristik setempat.

"Kalau kepala daerah tidak bisa mengidentifikasi pertumbuhan ekonomi, tidak bisa membangun ekosistem untuk pertumbuhan ekonomi, then we are finished," ujar Bima dalam acara Wealth Wisdom di Pacific Place, Jakarta, Kamis (22/10/2026).

Ia mengingatkan pemda agar tidak sekadar mengikuti tren atau meniru program yang berhasil di daerah lain tanpa mempertimbangkan kondisi wilayah masing-masing. Menurutnya, pengembangan ekonomi harus didasarkan pada potensi dan kebutuhan lokal agar memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Sebagai contoh, Bima menyoroti Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan, yang mengembangkan komoditas porang melalui pendekatan dari hulu hingga hilir. Ia menilai hilirisasi diperlukan agar potensi daerah tidak hanya menghasilkan produk mentah, tetapi juga menciptakan nilai tambah dan memperluas akses pasar.

Untuk mengoptimalkan sektor unggulan, Bima meminta kepala daerah memperkuat kolaborasi dengan akademisi, pelaku usaha, perbankan, dan komunitas. Kerja sama lintas sektor tersebut dapat membantu mengidentifikasi peluang sekaligus merancang ekosistem ekonomi yang sesuai dengan karakteristik daerah.

"Kepala daerah itu harus membangun kolaborasi, at least membangun kolaborasi dan kokreasi dengan para ekonom yang bisa mengidentifikasi bagaimana membangun ekosistem di daerah," kata Bima.

Selain kolaborasi, ia menekankan perlunya evaluasi berkala terhadap program pembangunan. Langkah tersebut dibutuhkan agar pemda tidak terjebak dalam pola kerja rutin atau business as usual, sekaligus dapat mengidentifikasi kekurangan dan mendorong inovasi dalam pengembangan ekonomi daerah.

Bima berharap penguatan ekosistem ekonomi berbasis potensi wilayah dapat membantu pemda mengembangkan sektor unggulan secara berkelanjutan sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.