Polemik Akhmad Muzakki Jadi Rektor UIN Surabaya, Kemenag Buka Suara

Menurut Kamaruddin, keputusan Menteri Agama telah melalui kajian dan mempertimbangkan berbagai hal, termasuk rekomendasi tim seleksi.

Diterbitkan 23 September 2026, 05:05 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Agama (Kemenag) Kamaruddin Amin membantah informasi Akhmad Muzakki diloloskan sebagai calon Rektor UIN Sunan Ampel (UINSA) Surabaya meski tidak masuk tiga besar hasil seleksi. Dia memastikan proses pelantikan dilakukan sesuai prosedur.

“Tidak mungkin Pak Menteri melantik seseorang yang tidak masuk tiga besar. Itu ada dokumennya semuanya lengkap,” kata Kamaruddin dalam rapat Komisi VIII DPR, Selasa (22/9/2026).

Kamaruddin menyampaikan klarifikasi itu setelah muncul informasi dari pihak kampus yang mempertanyakan posisi Akhmad Muzakki dalam tiga besar calon rektor.

“Saya mengatakan itu tidak mungkin, Pak. Jadi, saya garansi itu tidak betul,” tegasnya.

Menurut Kamaruddin, keputusan Menteri Agama telah melalui kajian dan mempertimbangkan berbagai hal, termasuk rekomendasi tim seleksi.

Dia juga menyebut hingga saat ini tidak ada temuan material yang menghalangi proses pelantikan.

“Proses yang dilakukan di Kementerian Agama untuk sampai pada keputusan melantik yang bersangkutan insyaallah sesuai dengan aturan dan prosedur yang berlaku,” ujarnya.

Namun, Kamaruddin mengakui Kementerian Agama ikut kaget melihat respons sivitas akademika UIN Sunan Ampel setelah keputusan tersebut diambil.

 

Isu Hukum

Dia mengatakan sejumlah persoalan yang disampaikan sivitas akademika telah diklarifikasi, meski belum seluruhnya tuntas. Salah satunya menyangkut isu hukum yang dikaitkan dengan rektor tersebut.

Kamaruddin mengatakan pihaknya masih menunggu proses di Kejaksaan karena belum ada keputusan atau status hukum terhadap yang bersangkutan.

“Sehingga kami tentu tidak bisa apa namanya. Kami berdasarkan pada praduga tidak bersalah,” katanya.

Di tengah polemik yang membuat aktivitas kampus terganggu, Kamaruddin mengatakan Kemenag akan melakukan evaluasi dan mencari solusi agar perkuliahan kembali berjalan.

“Dengan kenyataan seperti yang terjadi di Surabaya tadi, Pak Menteri sudah sampaikan, tentu kami akan melakukan evaluasi, melakukan kajian dan akan mencari solusi yang terbaik agar perkuliahan bisa segera berjalan,” ujarnya.