Menhan Sjafrie soal Target Kebakaran Hutan Padam: Tergantung Rakyat Indonesia

Ia menyebut karhutla bisa padam bergantung pada masyarakat Indonesia dan gotong royong semua pihak.

Diterbitkan 31 Agustus 2026, 15:18 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menyatakan target kebakaran hutan dan lahan (karhutla) bisa padam bergantung pada masyarakat Indonesia. Sebab, penanganan karhutla membutuhkan gotong royong semua pihak.

Mulanya, Sjafrie menjelaskan anggaran Kemenhan terdiri atas dua target, yakni target program dan target dinamis. Menurutnya, karhutla dan bencana alam masuk dalam target dinamis.

"Target program sudah dialokasikan, tapi target dinamis seperti kebakaran hutan, gempa bumi, ini juga akan kita memperoleh bantuan dari negara kepada anggaran pertahanan untuk kita akselerasi bantuan yang bisa kita berikan dalam mengatasi bencana gempa bumi dan bencana kebakaran hutan ini," kata Sjafrie usai rapat bersama Komisi I DPR, Senin (31/8/2026).

Sjafrie kemudian menyebut karhutla bisa padam bergantung pada masyarakat Indonesia dan gotong royong semua pihak.

"Target kebakaran hutan itu tergantung rakyat Indonesia," ujarnya.

"Jadi kita harus bergotong royong mengatasi ini semuanya, ya. Tadi saya sudah kasih tahu, itu pengusaha-pengusaha yang punya alat berat, alutsista, helikopter water bombing, berbantuan kepada BNPB, ya," sambungnya.

 

Jepang Kirim Pesawat Bantuan

Dalam kesempatan yang sama, Sjafrie menyatakan pemerintah Jepang mengirimkan pesawat bantuan kepada Indonesia untuk menangani karhutla.

"Kami menerima bantuan dari negara sahabat, Jepang, yang memberikan bantuan bilateral antara kedua Kementerian Pertahanan dalam bentuk mengirim pesawat untuk mengatasi kebakaran hutan di wilayah kita," kata Sjafrie.

Menurut Sjafrie, bantuan tersebut merupakan bentuk kerja sama bilateral antara Kementerian Pertahanan kedua negara.

"Wujud daripada kerja sama antara Kementerian Pertahanan dari berbagai negara sahabat," ujarnya.

Terkait penanganan karhutla, Sjafrie menyebut masing-masing sektor memiliki peran untuk membantu menangani bencana karhutla. Dia mengajak semua pihak, termasuk pengusaha, untuk bergotong royong.

"Khususnya kita mengajak kerja sama dan gotong royong kepada semua pengusaha hutan yang ada di wilayah nasional untuk ikut serta bergotong royong dalam rangka memitigasi kebakaran hutan yang sedang berkembang ini," pungkasnya.