Ada Pesan Sang Ayah di Balik Keputusan Prabowo Copot 3 Pimpinan BGN

Saat menghadapi keraguan, Prabowo teringat pesan almarhum ayahnya, Sumitro Djojohadikusumo.

Diterbitkan 03 Juni 2026, 19:45 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto angkat bicara terkait alasannya mencopot tiga pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN). Menurut Prabowo, keputusan tersebut diambil setelah dirinya menerima berbagai laporan mengenai adanya kekurangan, kejanggalan, hingga indikasi penyelewengan dalam pelaksanaan program.

Prabowo menegaskan kualitas kepemimpinan menjadi faktor penentu keberhasilan sebuah organisasi. Ia meyakini organisasi tidak akan berjalan baik jika dipimpin oleh orang yang tidak kompeten atau tidak jujur.

"Pemimpin baik, organisasi baik. Pemimpin tidak baik, organisasi tidak baik. Apalagi pemimpin tidak benar, tidak kompetensi, atau tidak jujur," kata Prabowo saat menghadiri acara Building Indonesia's Future Generations Through Nutrition di SICC, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (3/6/2026), dikutip dari siaran pers.

Prabowo mengakui keputusan mencopot tiga pimpinan BGN bukanlah langkah yang mudah. Namun, saat menghadapi keraguan, ia teringat pesan almarhum ayahnya, Sumitro Djojohadikusumo, yang selalu mengingatkannya untuk berpihak kepada rakyat.

"Kalau suatu saat kau dalam keadaan bingung, atau keadaan ragu-ragu, ingat, berpihaklah selalu kepada rakyatmu," ujar Prabowo mengenang pesan sang ayah.

Prabowo menegaskan komitmennya untuk menjaga integritas dan keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia memastikan tidak ada ruang bagi penyimpangan maupun penyalahgunaan kepercayaan dalam pelaksanaan program tersebut.

Dalam kesempatan yang sama, Prabowo juga menyoroti pentingnya peran Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) sebagai garda terdepan keberhasilan program MBG.

Menurut dia, lulusan SPPI telah dipersiapkan secara khusus untuk memimpin dan mengelola dapur-dapur MBG di seluruh Indonesia dengan mengedepankan nilai pengabdian, integritas, dan kecintaan terhadap tanah air.

"Kita telah mendidik saudara, merekrut saudara, menggembleng saudara, menanam nilai-nilai cinta tanah air, nilai-nilai pengabdian kepada negara dan bangsa, dan diberi tugas untuk memimpin dan me-manage dapur-dapur tersebut," jelas Prabowo.

 

Copot Dadan Hindayana

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mencopot Dadan Hindayana dari jabatan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN). Selain itu, dua Wakil Kepala BGN, yakni Letjen TNI (Purn) Lodewyk Pusung dan Irjen (Purn) Sony Sanjaya, juga dicopot dari jabatannya.

Prabowo kemudian menunjuk Nanik S. Deyang sebagai Kepala BGN menggantikan Dadan Hindayana. Sebelumnya, Nanik menjabat sebagai Wakil Kepala BGN.

Sementara itu, Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono ditunjuk sebagai Wakil Kepala BGN yang baru. Keduanya menggantikan Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya.

Adapun pergantian pimpinan BGN tersebut merupakan hasil monitoring dan evaluasi yang dilakukan Presiden Prabowo. Selain itu, Prabowo juga mendengarkan serta menerima berbagai masukan terkait pelaksanaan program MBG selama satu setengah tahun terakhir.

"Baik dari kementerian terkait maupun dari masyarakat termasuk dari para penerima manfaat dari program makan bergizi gratis yang dilaksanakan Badan Gizi Nasional," kata Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dalam konferensi pers di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (2/6/2026).