Liputan6.com, Jakarta - Di depan SMPN 1 Klapanunggal, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, deretan lapak makanan dan minuman berjajar di sepanjang sisi jalan. Di antara lapak-lapak kecil itu, ada usaha baso aci milik Nany Andryani Permana (48).
Di tempat itu, transaksi tak lagi didominasi uang tunai. Pembayaran digital QRIS BRI menjadi cara yang paling sering digunakan pembeli.
Nany mulai menggunakan QRIS BRI sekitar 2023. Beriringan dengan akses pinjaman Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang dia ambil untuk kebutuhan keluarga dan pengembangan usaha. Nominal pinjaman KUR saat itu sebesar Rp 50 juta.
Advertisement
“Awalnya ditawarin pakai QRIS, terus dibikinin sama petugasnya. Dua-tiga hari sudah jadi QRIS-nya,” kata Nany saat berbincang dengan Liputan6.com, 22 Mei 2026.
Sejak itu, pembeli tidak perlu lagi menyiapkan uang pas. Nany pun tidak harus repot menyediakan kembalian.
Menurut Nany, penggunaan QRIS juga makin relevan dengan kebiasaan pembeli di sekitar sekolah yang banyak menggunakan uang digital untuk transaksi kecil.
“Kalau ada QRIS lebih gampang. Kadang jualan kecil, Rp 5 ribu juga anak sekolah beli, jadi enak aja,” ujarnya.
Dalam kondisi lain, pembeli juga kerap membayar lebih dari nominal belanjaan lewat QRIS BRI, lalu meminta kembaliannya sebagian secara tunai. Pola seperti ini menurutnya sudah cukup sering terjadi, terutama di kalangan pelanggan harian.
“Misalkan jajan Rp 33 ribu, terus bayarnya Rp 50 ribu. Saya kalau ada kembalian ya saya kasih,” ujarnya.
Kelola Keuangan Lebih Praktis
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7148877/original/029325300_1779937186-WhatsApp_Image_2026-05-28_at_09.53.41__1_.jpeg)
Selain memudahkan transaksi, QRIS juga membantu Nany dalam mengelola keuangan harian. Semua pembayaran tercatat otomatis sehingga lebih mudah dipantau, termasuk untuk kebutuhan cicilan pinjaman usaha.
“Jadi lebih ringan, tinggal cek saja uangnya sudah masuk berapa,” katanya.
Dari sisi operasional, dia juga merasakan berkurangnya risiko yang biasa ditemui pedagang kecil, seperti kesalahan kembalian hingga kekhawatiran menerima uang palsu.
"Kadang kalau ada orang mencurigakan mau pakai uang palsu, saya bilang QRIS aja," ujarnya.
Meski QRIS kini menjadi metode utama, Nany tetap menerima pembayaran tunai dan transfer bank lain. Namun dalam keseharian, terutama saat jam ramai seperti jam pulang sekolah, QRIS BRI menjadi yang paling sering digunakan.
Transaksi yang masuk pun cenderung fluktuatif, tergantung jumlah pembeli yang datang di hari tersebut.
“Kalau ramai ya bisa terasa, kalau hari biasa ya standar saja,” ujarnya.
Advertisement
Perjalanan Usaha Nany
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7148878/original/057447600_1779937186-WhatsApp_Image_2026-05-28_at_09.53.40.jpeg)
Nany bukan orang baru di dunia usaha. Jauh sebelum berjualan baso aci di depan SMPN 1 Klapanunggal, dia sudah lebih dulu terbiasa dengan aktivitas jual beli dari rumah.
Sejak awal 2000-an, Nany menjalani usaha kecil di bidang makanan rumahan. Dia membuat kue basah hingga snack box yang dipasarkan secara sederhana ke lingkungan sekitar.
“Kue basah seperti lemper ayam, kue sus, risol,” katanya.
Usaha itu berawal dari kegemarannya memasak dan mencoba berbagai resep di rumah. Dari hobi itu, muncul peluang usaha yang kemudian bertahan cukup lama.
Usaha kue rumahan tersebut berjalan bertahun-tahun. Bahkan sempat menjadi sumber penghasilan utama keluarga. Namun, seiring waktu, pekerjaan itu mulai dirasa cukup melelahkan karena harus mengurus banyak pesanan sekaligus dari rumah.
“Capeknya lebih, rumah juga jadi berantakan,” ujarnya sambil tertawa.
Hingga akhirnya pada 2019, dia mulai mengurangi produksi kue dan beralih ke usaha yang lebih fleksibel.
BRI Dorong UMKM Cileungsi Pakai QRIS
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6679680/original/028593900_1779502467-a244a9ec-0826-497c-a2b0-51b74de8eed1.jpeg)
Di Cileungsi, QRIS kini tidak lagi sekadar opsi pembayaran, tetapi sudah menjadi bagian dari strategi penyaluran kredit UMKM oleh BRI. Hampir setiap nasabah penerima pinjaman usaha langsung diarahkan untuk menggunakan sistem pembayaran digital tersebut sejak awal pembiayaan cair.
Kepala BRI Unit Cileungsi, Luki Perdana mengatakan, QRIS kini melekat dalam skema pembiayaan UMKM, terutama untuk usaha perdagangan seperti warung, toko, dan kuliner. Sementara untuk usaha tertentu seperti kontrakan, penggunaan QRIS masih bersifat situasional.
“Setiap nasabah yang realisasi pinjaman sekarang langsung dibikinkan QRIS. Dua sampai tiga hari setelah cair sudah aktif di tempat usaha,” kata Luki.
Langkah ini dilakukan seiring perubahan pola transaksi masyarakat yang semakin jarang menggunakan uang tunai. Konsumen kini lebih sering mengandalkan ponsel untuk pembayaran, sehingga pelaku usaha dituntut menyesuaikan diri.
“Sekarang orang ke mana-mana jarang bawa cash, lebih sering bawa handphone. Biasanya langsung tanya ada QRIS atau tidak,” ujarnya.
Bagi pelaku UMKM, QRIS tidak hanya mempercepat transaksi, tetapi juga menjaga potensi penjualan tetap berjalan. Konsumen yang tidak membawa uang tunai masih bisa tetap bertransaksi tanpa harus membatalkan pembelian.
“Kalau ada QRIS, orang jadi tetap bisa belanja walaupun nggak bawa uang tunai,” kata Luki.
Dari sisi operasional, QRIS juga membantu pelaku usaha mengurangi risiko uang palsu dan mempermudah pencatatan keuangan. Transaksi tercatat otomatis melalui aplikasi tanpa perlu pembukuan manual.
“Pelaku usaha tinggal lihat transaksi yang masuk lewat aplikasi,” ujarnya.
Namun, implementasi di lapangan tidak selalu mulus. Sejumlah pelaku usaha masih mengalami kebingungan terkait sistem pencairan dana yang tidak langsung masuk ke rekening, melainkan melalui sistem batch settlement.
“Mereka sering bingung karena transaksi sudah masuk, tapi uangnya belum langsung ada di rekening,” kata Luki.
Selain itu, ada juga kendala teknis seperti penggunaan QRIS ganda dari bank berbeda dengan nama usaha yang sama, hingga keterbatasan perangkat digital di kalangan pelaku usaha yang lebih senior.
Meski begitu, BRI menilai adopsi QRIS di Cileungsi berjalan cukup baik. Hingga April 2026, target penggunaan QRIS di wilayah tersebut disebut telah tercapai, seiring meningkatnya integrasi layanan digital dalam pembiayaan UMKM.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8475678/original/062240100_1782386179-cek_fakta_bansos_PKH_-_2026.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294353/original/011938600_1783830677-cek_fakta_-_bansos_pkh_juli.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5488956/original/064020100_1769771942-pppk_bgn_-_klaim.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5497973/original/089166700_1770695732-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-10T105228.255.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7113281/original/041621500_1779897366-WhatsApp_Image_2026-05-27_at_21.51.10.jpeg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294548/original/063184200_1783843237-063_2285693617.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294309/original/057015000_1783829242-ar13.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294340/original/000872600_1783830200-000_B9XN79R.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294301/original/036531900_1783829241-ar5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294318/original/065079400_1783829517-063_2285706113.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294280/original/068914000_1783828183-063_2285710148.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294169/original/097035400_1783819062-ing7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294167/original/059057200_1783819062-ing5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294151/original/003111900_1783815882-000_B9XL63W.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290291/original/064791600_1783449810-me5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294138/original/059237800_1783813068-000_B9XJ6UC.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294135/original/020195900_1783811688-000_B9XJ6UW.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9292608/original/043400300_1783624929-IMG_20260709_214959.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4053871/original/004001900_1655287332-Rencana_BEA_Materai_untuk_belanja_Daring-Johan-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6474215/original/025688900_1779335126-IMG_4484.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2053635/original/071518800_1522820303-20180404-BI-MER-AB2a.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290669/original/083135800_1783490072-ser.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5380147/original/095306500_1760417437-WhatsApp_Image_2025-10-14_at_11.42.41__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9129383/original/067041100_1783072038-WhatsApp_Image_2026-07-03_at_16.29.24__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9085581/original/061011700_1783033242-bus_umkm-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5556632/original/042737500_1776266239-Sandii.jpg)