Pimpinan DPR Desak Pemerintah Segera Selamatkan WNI yang Ditangkap Israel

Pimpinan DPR meminta pemerintah segera mengambil langkah cepat.

Diterbitkan 19 Mei 2026, 15:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Ketua DPR Saan Mustopa meminta pemerintah berusaha lebih keras untuk memastikan keselamatan Warga Negara Indonesia (WNI) yang ditangkap tentara Israel saat mengikuti misi kemanusiaan internasional Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 yang tengah menuju Gaza, Palestina.

Ia meminta pemerintah segera mengambil langkah cepat.

“Ya, pertama tentu kita berharap ya, dalam hal ini Kementerian Luar Negeri, pemerintah ya, untuk ya bisa berusaha lah ya, membantu untuk menyelesaikan terkait dengan penangkapan WNI kita di Israel itu," kata Saan di kompleks parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (19/5/2026).

"Jadi, saya yakin pemerintah juga akan menaruh perhatian yang besar terhadap warga negara kita," sambungnya.

Saan juga mendesak pemerintah untuk memastikan kondisi WNI dalam keadaan selamat. Menurutnya, kepastian keselamatan warga negara sangat penting, agar keluarga di Indonesia dapat merasa tenang.

"Tentu pertama memastikan keberadaan kedua WNI itu dalam keadaan selamat ya, aman, itu penting juga untuk memastikan. Supaya keluarga yang dari kedua WNI juga tenang ya, ketika mendapatkan keluarganya yang ditangkap di sana," jelasnya.

 

Menkomdigi Kecam Penangkapan

Selain itu, Saan juga menyoroti aspek keselamatan dalam misi kemanusiaan tersebut. Dia berharap seluruh pihak tetap mengutamakan keamanan para peserta misi.

​"Ya pasti kita berharap bahwa keselamatan menjadi penting," Saan menandaskan.

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mengecam keras tindakan militer Israel yang mencegat dan menahan rombongan misi kemanusiaan internasional Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 yang tengah menuju Gaza, Palestina.

Rombongan tersebut turut melibatkan sejumlah jurnalis asal Indonesia yang sedang menjalankan tugas jurnalistik, yakni Bambang Noroyono alias Abeng dan Thoudy Badai dari Republika, serta Andre Prasetyo Nugroho dari Tempo.

"Kami mengikuti dengan penuh keprihatinan kabar mengenai jurnalis Indonesia yang tengah menjalankan tugas peliputan dalam misi kemanusiaan menuju Gaza. Di tengah situasi konflik, keselamatan insan pers harus selalu menjadi perhatian kita semua," tutur Meutya dalam siaran pers di laman komdigi.go.id, Selasa (19/5/2026).

Dia menekankan bahwa para jurnalis hadir untuk menyampaikan suara kemanusiaan dan fakta kepada publik. Karena itu, menurutnya mereka harus dihormati dan diberikan ruang yang aman.

Nasib Para Jurnalis

Berdasarkan informasi dari Kementerian Luar Negeri, sedikitnya terdapat 10 kapal dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 yang ditahan aparat Israel, termasuk kapal Amanda, Barbaros, Josef, dan Blue Toys.

Hingga saat ini, kapal yang membawa para jurnalis tersebut belum dapat dihubungi dan status awak di dalamnya juga belum diketahui secara pasti.

Meutya mendukung langkah diplomatik Kementerian Luar Negeri untuk memastikan perlindungan dan keselamatan seluruh warga negara Indonesia yang menjadi bagian dari misi kemanusiaan menuju Gaza, yang kini tengah menghadapi krisis kemanusiaan akibat serangan Israel.

"Kemkomdigi akan terus berkoordinasi dengan Kemlu dan pihak terkait lainnya untuk memantau perkembangan dan mendukung langkah perlindungan bagi warga negara Indonesia dalam misi tersebut," jelas dia.

Â