Prabowo: Kalau Bangsa Ini Lapar, Saya yang Bertanggung Jawab

Prabowo juga memuji kinerja Mentan Amran karena swasembada pangan dicapai lebih cepat dari yang ditargetkan.

Diterbitkan 16 Mei 2026, 16:25 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto berjanji bertanggung jawab apabila bangsa Indonesia mengalami kelaparan. Sebagai kepala negara sekaligus mandataris kedaulatan rakyat, janji itu dia utarakan saat memberikan sambutan di peresmian 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur.

“Saya sebagai Presiden yang bertanggung jawab, mandataris kedaulatan rakyat. Saya yang disumpah, saya yang bertanggung jawab. Kalau bangsa ini lapar, saya yang bertanggung jawab,” tegas Prabowo dilihat melalui tayangan YouTube Sekretariat Presiden, Sabtu (16/5/2026).

Ia menegaskan, tidak ada pihak lain yang dapat dimintai pertanggungjawaban apabila bangsa mengalami kelaparan selain dirinya sebagai kepala negara.

 

Puji Mentan Amran

Sebagai upaya mencegah hal itu terjadi, Prabowo lantas memilih Andi Amran Sulaiman sebagai Menteri Pertanian. Dia lantas menugaskan Amran agar swasembada pangan dalam waktu empat tahun. Tetapi Prabowo terkejut karena capaiannya lebih cepat, yakni dalam satu tahun.

Prabowo lantas memuji kinerja Mentan. Dia sempat berkisah perihal sosok Amran yang tidak dia kenal sebelumnya. Tetapi saat berdialog, dia menilai Amran memiliki pemikiran yang baik.

Ia bahkan mengusulkan kepada Presiden ke-7 RI Joko Widodo agar Amran kembali menjabat sebagai Menteri Pertanian.

“Saya tidak pernah kenal beliau. Saya tanya dua-tiga pertanyaan, ternyata orang ini oke pemikirannya. Kemudian saya usulkan ke Pak Jokowi, beliau ditarik kembali jadi Menteri Pertanian. The rest is history. Beliau akhirnya berjuang karena menguasai masalah,” kata Prabowo.

Prabowo menilai Amran memahami persoalan pertanian karena pernah menjabat sebagai menteri, memiliki pengalaman sebagai pelaku sektor pertanian, serta berasal dari keluarga petani.

 

Indonesia Dipandang Sebelah Mata

Dalam kesempatan itu, Prabowo juga menyinggung bahwa bangsa Indonesia terlalu lama dipandang sebelah mata oleh bangsa lain dan dianggap sebagai “the soft state”.

Ia menilai sejumlah pemimpin, pejabat, tokoh, pakar, hingga pelaku usaha di dalam negeri masih memiliki rasa rendah diri dan lebih mengagungkan hal-hal dari luar negeri dibandingkan kemampuan bangsa sendiri.

“Kita berprestasi, kita dihina, kita swasembada pangan. Perjuangan yang tidak ringan. Kita negara ratusan juta, 287 juta rakyat. Menjamin pangan 287 juta orang bukan pekerjaan ringan,” ujar Prabowo.