SMAN 1 Pontianak Tegaskan Tidak Ikut Final Ulang Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR

MPR memutuskan mengulang final Lomba Cerdas Cermat gara-gara polemik juri beri penilaian beda untuk jawaban sama.

Diterbitkan 14 Mei 2026, 15:46 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - MPR memutuskan final Lomba Cerdas Cermat empat pilar di Kalimantan Barat diulang. Pengulangan itu buntut juri memberikan penilaian berbeda untuk dua kelompok yang memberikan jawaban yang salah.

SMAN 1 Pontianak sebagai salah satu peserta yang merasa dirugikan tegas mengatakan tidak akan mengikuti pengulangan lomba.

"SMAN 1 Pontianak menyatakan tidak akan terlibat dalam pelaksanaan lomba LCC yang diulang, sebagaimana informasi yang disampaikan oleh MPR RI," demikian kutipan pernyataan sikap SMAN 1 Pontianak, dikutip dari instagram @smasaptk.informasi pada Kamis (14/6/2026).

Pernyataan sikap ini ditandatangani Kepala SMAN 1 Pontianak Indang Maryati. Pihak sekolah menyatakan langkah yang dilakukan bukan merupakan upaya ataupun menjatuhkan kredibilitas lembaga, penyelenggara lomba, maupun individu tertentu.

"Sejak awal, SMAN 1 Pontianak tidak memiliki maksud untuk menganulir hasil lomba, melainkan semata-mata untuk memperoleh kejelasan melalui klarifikasi terhadap poin-poin yang dipersoalkan. SMAN 1 Pontianak menghormati hasil lomba yang telah ditetapkan serta menyampaikan dukungan penuh kepada SMAN 1 Sambas sebagai perwakilan Kalimantan Barat pada ajang LCC 4 Pilar tingkat nasional,” demikian bunyi sikap SMAN 1 Pontianak.

 

Delapan Sikap Tegas SMAN 1 Pontianak

Berikut pernyataan sikap lengkap SMAN 1 Pontianak:

1. SMAN 1 Pontianak menegaskan bahwa langkah yang diambil merupakan bagian dari ikhtiar untuk memperoleh konfirmasi dan klarifikasi, demi terwujudnya pelaksanaan dan mekanisme lomba yang transparan, objektif, dan akuntabel.

2. SMAN 1 Pontianak menyampaikan apresiasi dan terima kash atas perhatian, dukungan, serta kepedulian berbagai pihak dalam menyikapi kondisi ini.

3. SMAN 1 Pontianak menegaskan bahwa langkah yang dilakukan bukan merupakan upayaataupun menjatuhkan kredibilitas lembaga, penyelenggara lomba, maupun individu tertentu.

4. Sejak awal, SMAN 1 Pontianak tidak memiliki maksud untuk menganulir hasil lomba, melainkan semata-mata untuk memperoleh kejelasan melalui klarifikasi terhadap poin-poin yang dipersoalkan.

5. SMAN 1 Pontianak menghormati hasil lomba yang telah ditetapkan serta menyampaikan dukungan penuh kepada SMAN 1 Sambas sebagai perwakilan Kalimantan Barat pada ajang LCC 4 Pilar tingkat nasional.

6. SMAN 1 Pontianak menyatakan tidak akan terlibat dalam pelaksanaan lomba LCC yang diulang, sebagaimana informasi yang disampaikan oleh MPR RI.

7. SMAN 1 Pontianak memohon maaf atas kegaduhan yang terjadi, serta mengajak semua pihak untuk menyelesaikan permasalahan ini dengan semangat kebersamaan, saling menghargai, dan menjunjung tinggi nilai-nilai persatuan.

8. SMAN 1 Pontianak memohon dukungan dari seluruh pihak ke depan, dalam upaya menciptakan iklim pendidikan yang kondusif, aman, dan nyaman bagi semua.

Demikian pernyataan ini disampaikan sebagai bentuk tanggung jawab dan komitmen kami terhadap dunia pendidikan yang berintegritas. Sampai Jumpa di LCC 4 Pilar 2027.

Pontianak, 14/5/2026

Kepala SMAN 1 Pontianak

Indang Maryati.S.Sos.,M.Si

 

MPR Putuskan Final Ulang LCC 4 Pilar Usai Polemik

Diketahui, MPR memutuskan mengulang final Lomba Cerdas Cermat empat pilar di Kalimantan Barat.

"Kami memutuskan bahwa Lomba Cerdas Cermat tingkat Kalimantan Barat yang final akan dilakukan ulang pada waktu yang segera diputuskan secepatnya," kata Muzani di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (13/5/2026).

Muzani juga memastikan, pelaksanaan ulang lomba akan melibatkan juri independen dari kalangan akademisi agar proses penilaian berlangsung lebih objekti.

"Juri yang akan menjuri dalam lomba tersebut adalah juri independen," ujarnya.

Selain itu, Muzani menyebut pimpinan MPR akan mengawasi langsung final dari awal hingga akhir acara.

Politikus Partai Gerindra itu juga mengapresiasi sikap peserta yang menyampaikan keberatan dan protes secara terbuka.

“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada peserta lomba yang menggunakan haknya untuk menyampaikan pandangan, kebebasan berbicara, dan menyampaikan protes atas ketidakpuasannya, dan kami mendengar itu sebagai sebuah cara untuk melatih mereka menjadi contoh demokrasi yang baik,” pungkasnya.