Menteri Abdul Mu'ti: Anak-anak TK dan SD berbahagia dengan MBG

Revitalisasi Sekolah Rp14 Triliun, Mendikdasmen Abdul Mu’ti Sebut Siswa Lebih Bahagia dengan MBG. 

Diterbitkan 13 Mei 2026, 07:05 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menegaskan program makan bergizi gratis (MBG) memberikan dampak positif terhadap kebugaran dan semangat belajar siswa. Hal itu disampaikannya saat meninjau sejumlah sekolah di Kota Batam, Kepulauan Riau, penerima program revitalisasi sekolah, bantuan interactive flat panel (IFP) serta pelaksanaan MBG.

Dalam kunjungannya, Abdul Mu’ti mengaku melihat langsung antusiasme siswa, mulai dari tingkat TK hingga SD, terhadap program MBG yang dijalankan di sekolah-sekolah di Batam.

“Alhamdulillah dari sekolah-sekolah yang saya kunjungi program MBG berjalan dengan sangat baik. Bahkan tadi juga saya ke TK dan SD melihat bagaimana anak-anak begitu berbahagia dengan MBG itu,” ujar Abdul Mu’ti di SMAN I (smansa) Batam, Selasa (12/5/2026).

Menurutnya, program tersebut memberikan pengaruh signifikan terhadap kondisi fisik dan semangat belajar peserta didik. Ia juga menilai penggunaan perangkat pembelajaran digital berupa Interactive Flat Panel (IFP) telah dimanfaatkan secara optimal dalam proses belajar mengajar.

“Tadi saya melihat di SD saat pembelajaran matematika bagaimana anak-anak begitu antusias. Dengan semangat belajar yang tinggi mudah-mudahan mereka memiliki prestasi dan capaian akademik yang tinggi pula,” terang Abdul Mu'ti.

Selain meninjau pelaksanaan MBG, Abdul Mu’ti juga memastikan pemerintah pusat telah mengalokasikan anggaran besar untuk revitalisasi pendidikan nasional pada tahun 2026.

“Anggaran revitalisasi yang sudah fix di anggaran 2026 itu ada Rp14 triliun,” ungkapnya.

Dana tersebut, lanjut dia, dialokasikan untuk revitalisasi sekolah di berbagai daerah, termasuk wilayah terdampak bencana. Bahkan sejumlah proyek pembangunan disebut sudah berjalan dan ditargetkan rampung sebelum tahun ajaran baru 2026–2027.

Tak hanya revitalisasi gedung sekolah, Kemendikdasmen juga tengah mengusulkan tambahan anggaran untuk pengadaan IFP, pembangunan studio pembelajaran, hingga pembagian buku dan alat tulis bagi siswa kelas 1 dan 2 SD.

“Kami sedang mengusulkan tambahan anggaran sesuai arahan Presiden untuk penambahan 60 ribu satuan pendidikan, tambahan IFP untuk masing-masing sekolah, pembangunan studio belajar, dan pembagian buku serta alat tulis,” jelasnya.

 

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau Andi Agung menyebut Kepri diperkirakan mendapat alokasi anggaran revitalisasi pendidikan sekitar Rp 109 miliar.

Dana tersebut akan digunakan untuk pembangunan enam sekolah baru di wilayah Kepri, terdiri dari satu sekolah di Batam, satu di Tanjungpinang, satu di Natuna, dan tiga sekolah di Lingga.

“Untuk SMA dan SMK in sha Allah ada enam sekolah baru. Yang lainnya rehabilitasi, pembangunan ruang kelas baru, pembangunan toilet dan sebagainya,” kata Andi Agung.

Ia menegaskan seluruh usulan pembangunan sekolah didasarkan pada data riil dalam sistem Dapodik agar bantuan yang diberikan tepat sasaran. Terkait adanya usulan agar anggaran MBG dialihkan untuk pendidikan, Andi Agung menilai program tersebut tetap merupakan kewenangan pemerintah pusat.

“Kalau MBG itu tetap pengelolanya dari pusat, kita hanya penerima saja. Kalau nanti ada aturan ke depan, kenapa tidak, tetapi sekarang program itu tetap berjalan,” ujarnya.