Koper Jemaah Haji Rusak saat Perjalanan Bisa Diganti, Ini Syarat dan Cara Klaimnya

Koper cadangan akan diberikan pada jemaah haji Indonesia setelah melalui proses asesmen kerusakan.

Diterbitkan 10 Mei 2026, 11:35 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Maskapai Garuda Indonesia menyerahkan 49 unit koper cadangan pada petugas Kantor Daerah Kerja (Daker) Bandara di Jeddah, Jumat, 8 Mei 2026. Koper tersebut disiapkan untuk mengganti koper jemaah haji Indonesia yang mengalami kerusakan berat.

Kepala Daker Bandara, Abdul Basir, mengatakan bahwa, koper cadangan akan diberikan pada jemaah setelah melalui proses asesmen kerusakan.

“Tadi maskapai Garuda telah menyerahkan koper sejumlah 49 unit. Koper ini merupakan koper cadangan bagi jemaah haji yang kopernya kategori rusak berat,” kata Basir pada tim Media Center Haji di Jeddah, Jumat.

Ia menjelaskan, pengajuan penggantian koper dilakukan melalui ketua kloter. Jemaah diminta melaporkan kerusakan koper disertai foto sebagai bukti pendukung.

Ketua kloter kemudian meneruskan laporan pada kepala sektor dan daker untuk dilakukan pemeriksaan. Kepala Daker Makkah atau Madinah nantinya melakukan asasemen untuk menentukan apakah koper yang dilaporkan layak diganti atau tidak.

Pemberian koper pengganti pada jemaah dijadwalkan dilakukan menjelang kepulangan ke Indonesia. General Manager Garuda Indonesia Jeddah Nano Setiawan mengatakan, kerusakan koper dapat dipicu berbagai faktor selama proses perjalanan udara.

Menurut dia, laporan kerusakan paling banyak terjadi pada beberapa bagian tertentu koper. “Harapan kami, 49 koper ini bisa menggantikan koper-koper yang rusak atau sebagainya,” ujar Nano.

Petugas juga berharap jumlah koper cadangan dari Garuda dapat memenuhi kebutuhan penggantian koper rusak selama operasional haji berlangsung.

Bantuan dari Maskapai

Namun, pihaknya membuka kemungkinan penambahan koper apabila kebutuhan meningkat. Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi akan berkoordinasi kembali dengan maskapai jika stok yang tersedia tidak mencukupi.

Selain Garuda Indonesia, maskapai Saudia sebelumnya juga menyerahkan koper cadangan untuk jemaah haji Indonesia di Madinah.

“Saudi Air itu kisarannya 30-an koper, tapi komitmennya akan ditambah jika nanti dibutuhkan,” tutup Basir.