Liputan6.com, Jakarta - Gara-gara tak terima diklakson saat hendak menyalip, seorang pemotor diduga menganiaya pengemudi mobil di depan SPBU kawasan Jagakarsa, Jakarta Selatan.
Aksi pemotor memiting leher pemobil itu terekam video dan viral di media sosial.
Dalam video yang beredar, pemotor terlihat mengunci leher pemobil dari belakang hingga korban nyaris terjatuh ke semak-semak. Sejumlah orang berusaha melerai, namun pitingan tetap dilakukan hingga korban terlihat kesulitan bernapas.
Advertisement
Aksi tersebut akhirnya terhenti setelah sejumlah warga membantu melepaskan pitingan. Pengemudi mobil kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada polisi.
Kapolsek Jagakarsa Kompol Nurma Dewi mengatakan, keributan bermula ketika pemotor hendak menyalip mobil yang dikendarainya pada Kamis, 20 Agusts 2026 sekitar pukul 17.00 WIB.
Korban kemudian membunyikan klakson. Pemotor diduga tidak terima. Ia langsung menghentikan serta memalangi mobil korban.
“Berawal selisih salah paham dalam berkendara, di mana korban membawa mobil dan pelaku membawa motor hendak menyalip dan diklakson oleh korban dan tidak terima dan langsung memberhentikan atau memalangi mobil,” jelas Nurma dalam keterangannya, Jumat (21/8/2026).
Buru Pemotor
Akibat penganiayaan tersebut, korban mengalami luka memar di sekitar wajah dan mengeluhkan dada sesak. Kasus tersebut dilaporkan sebagai dugaan penganiayaan Pasal 466 KUHP.
“Telah terjadi tindak pidana penganiayaan dengan cara memukul korban berkali-kali dan mencekik atau piting korban dari belakang yang mengakibatkan luka memar di sekitar wajah dan dada sesak,” kata Nurma.
Polisi telah melakukan pengecekan tempat kejadian perkara, meminta keterangan korban, serta melakukan pemeriksaan visum.
Saat ini identitas pemotor yang diduga menganiaya korban masih dicari. "Kasus masih dalam tahap penyelidikan," ujarnya.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9329565/original/022781600_1787284896-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-21T105934.816.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5180937/original/006715500_1743849574-20250405-Monas-HER_7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6591576/original/029814400_1779430905-cek_fakta_-_sertifikat_tanah_gratis.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9328649/original/001837900_1787203589-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-20T122532.000.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9329696/original/090731700_1787290786-cb3463f0-d7de-4d55-b1f7-89a987d599e3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9327063/original/049966600_1787049530-tungnguyen0905-technology-7111797.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9326890/original/044724900_1787040290-firmbee-laptop-6062423.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9320402/original/048596200_1786348727-dinat_kimpul_2.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9328148/original/043387300_1787138027-Tugas__46_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4089307/original/075313700_1657837181-Harga_Emas_Hari_Ini.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5306117/original/013791200_1754375827-7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3105889/original/019926200_1587207299-20200416-Mekarnya-Bunga-Poppy-di-California-AFP-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9321964/original/095513100_1786512828-90-22.webp)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9324173/original/099035900_1786692823-90-25.webp)