Pramono Larang Kontainer Kosong Parkir di Badan Jalan Cakung-Cilincing

Keberadaan kontainer kosong di badan jalan menjadi salah satu penyebab utama kemacetan di kawasan tersebut.

Diterbitkan 23 Juli 2026, 15:20 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung melarang kontainer kosong parkir di badan jalan sebagai upaya mengurai kemacetan di kawasan Jalan Raya Cakung-Cilincing, Jakarta Utara.

Seluruh kontainer kosong akan diarahkan ke Terminal Tanah Merdeka yang disiapkan sebagai area penampungan sementara.

Pramono mengatakan keputusan tersebut telah disampaikan kepada Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Budi Awaluddin agar segera diterapkan.

“Saya memutuskan untuk peti kosong yang ada itu kita minta untuk parkirnya tidak di jalanan. Tidak boleh lagi ada parkir di jalanan,” kata Pramono di Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso, Jakarta Utara, Kamis (23/7/2026).

Menurut Pramono, keberadaan kontainer kosong di badan jalan menjadi salah satu penyebab utama kemacetan di kawasan tersebut. Oleh sebab itu, Pemprov DKI Jakarta menyiapkan Terminal Tanah Merdeka sebagai lokasi parkir khusus.

“Itulah yang menyebabkan kemacetan yang luar biasa. Maka kita gunakan Terminal Tanah Merdeka sebagai buffer zone,” ucapnya.

 

Retribusi Gratis

Pramono menyebut, untuk mendorong pemanfaatan fasilitas tersebut, Pemprov DKI Jakarta menggratiskan retribusi area penampungan sementara di Tanah Merdeka mulai 22 Juli hingga 5 Agustus 2026.

“Pemprov DKI Jakarta memberikan diskresi pembebasan tarif supaya enggak parkir di sepanjang jalan. Supaya mereka parkir di tempat yang disiapkan. Di Tanah Merdeka itu mampu menampung lebih dari 200 kontainer,” jelas Pramono.

Ia menjelaskan, kemacetan di Cilincing terjadi karena ketidakseimbangan arus kontainer impor dan ekspor. Kontainer bermuatan barang impor terus masuk ke Jakarta, sementara kontainer kosong untuk ekspor menumpuk akibat penurunan aktivitas ekspor.

“Banyak kontainer yang berisi dari impor masuk ke Jakarta, tetapi kontainer kosong untuk ekspor mengalami penurunan yang sangat signifikan sehingga terjadi antrean di mana-mana,” tandasnya.