Pertimbangan Sudaryono Libatkan TNI dan Polri di Program MBG

Sudaryono menjelaskan wacana pelibatan TNI-Polri di program MBG untuk efisiensi biaya dan jangkauan ke daerah. Ia juga menekankan standar keamanan bahan pangan.

Diterbitkan 23 Juli 2026, 05:37 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) sudaryono memaparkan alasan wacana pelibatan TNI dan Polri dalam pelaksanaan program BGN, termasuk Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia menyebut langkah ini ditujukan untuk menekan biaya operasional sekaligus memastikan penyaluran berjalan hingga ke daerah.

sudaryono menjelaskan kerja sama dengan aparat bukan hal baru, merujuk pengalaman program pemerintah yang menuntut jangkauan distribusi luas. Latar belakangnya sebagai mantan Wakil Menteri Pertanian membuat ia mencontohkan praktik pendistribusian bantuan yang pernah dilakukan.

"Saya cek (keterlibatan TNI-Polri). (Tapi) menurut saya, intinya itu kan adalah ini sama, sama seperti di pertanian yang saya hadapi selama ini ya. Melibatkan semua. Intinya asas tujuan," kata Sudaryono di Gedung BGN, Rabu (22/7/2026).

Ia mencontohkan pendistribusian pompa air pada musim kemarau panjang yang dilakukan melalui jaringan TNI dan Polri karena tidak tersedia anggaran khusus untuk biaya pengiriman pada saat itu.

"Lho, bagi pompa ini di musim paceklik kemarau ini, itu ada 70.000 pompa itu. Itu kalau kita bagi karena relokasi anggaran tahun 2024 nih khususnya, ya itu pengalaman kami dulu, itu kami bagi lewat TNI dan Polri. Karena apa? Karena enggak ada anggarannya. Jadi ongkos untuk membaginya enggak ada," ujarnya.

Menjawab pertanyaan dari kalangan mahasiswa tentang alasan pelibatan aparat dalam program pemerintah, ia menyampaikan bahwa dukungan berbagai pihak dibutuhkan agar implementasi berjalan optimal.

"Nah, kemarin ada yang nanya mahasiswa ke saya, 'Ya sudah kalau gitu tentaranya sama polisinya enggak usah bantu deh. Ya sudah nanti saya kerahkan mahasiswa enggak pakai gaji, mau enggak?' Enggak mau, kan?" ucapnya.

Sasaran MBG dan Keamanan Pangan

Sudaryono menegaskan fokus utama BGN adalah memastikan program Makan Bergizi Gratis tepat sasaran sehingga anak-anak memperoleh makanan bergizi yang aman sekaligus memberi dampak ekonomi bagi masyarakat.

"Jadi ini intinya gini, saya tidak kemudian ingin berkomentar lebih jauh, tapi intinya adalah semua pihak bagaimana caranya barang ini bisa terlaksana dengan baik. Ya sasaran yang jelas. Sasarannya itu anak-anak cukup gizi, aman," jelas Sudaryono.

Ia menyebut pelaksanaan MBG dirancang untuk menggerakkan ekonomi setempat dengan melibatkan pelaku usaha lokal.

"Jadi aman dan cukup gizi, dan kemudian berdampak pada ekonomi di lokal. Tapi dengan memberdayakan UMKM, memberdayakan petani, peternak, dan lain-lain," lanjutnya.

Ia juga menekankan kualitas bahan baku sebagai prasyarat. Bahan pangan yang digunakan harus memenuhi standar keamanan untuk meminimalkan risiko kontaminasi maupun keracunan.

"Dengan satu syarat: semua bahannya itu harus juga benar. Ya kan masalah standar keamanannya juga harus benar, karena kan ya kita belajarlah dari faktor keracunan dan lain-lain itu kan karena memang selain cara ngolahnya, kan ada juga dari bahan bakunya yang barangkali itu tadi, tidak terstandar atau mungkin bahan bakunya kualitasnya enggak bagus," tutupnya.