Liputan6.com, Jakarta - Maraknya kecelakaan kapal membuat Gabungan Pengusaha Nasional Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan (Gapasdap) mendorong pemerintah menyempurnakan sistem pencatatan penumpang angkutan penyeberangan sebagai bagian dari upaya memperkuat keselamatan pelayaran nasional.
Saat terjadi musibah kecelakaan kapal, jumlah penumpang beserta identitasnya sangat penting untuk proses penanganan bantuan hingga pencarian.
Advertisement
"Dalam situasi darurat, petugas membutuhkan informasi yang seakurat mungkin mengenai siapa dan berapa orang yang berada di atas kapal. Karena itu, manifest bukan hanya persoalan administrasi, tetapi merupakan salah satu bagian penting dari sistem keselamatan," ujar Ketua Umum DPP Gapasdap Khoiri Soetomo, Senin (28/9/2026).
Menurutnya, keselamatan pelayaran beserta penumpangnya tidak bisa dibebankan semata kepada operator maupun regulator kapal, karena merupakan sebuah mata rantai yang melibatkan seluruh ekosistem, mulai dari regulator, operator, pengelola pelabuhan, awak kapal, perusahaan angkutan, hingga pengguna jasa.
Berbagai peristiwa kecelakaan kapal di laut Indonesia harus menjadi koreksi bersama dan momentum bagi pemerintah untuk melakukan perbaikan.
"Setiap orang tercatat, setiap perjalanan terdata, dan manifest menggambarkan kondisi sebenarnya di atas kapal," terangnya.
Evaluasi Regulasi
Menurutnya, evaluasi regulasi juga merupakan kesempatan untuk melihat kembali berbagai ketentuan dan prosedur yang dalam pelaksanaannya masih dapat diperbaiki. Salah satunya mendorong evaluasi Peraturan Menteri Perhubungan (PM) Nomor 66 Tahun 2019, khususnya mengenai pencatatan penumpang yang berada di dalam kendaraan dan keterkaitannya dengan manifest kapal.
Revisi itu untuk mengakomodasi mekanisme yang memastikan setiap orang yang berada di atas kapal tercatat secara individual, termasuk penumpang yang berada di dalam kendaraan.
Pendekatan tersebut diperlukan bukan untuk mencari pihak yang harus disalahkan, melainkan untuk menutup setiap celah yang berpotensi menimbulkan risiko keselamatan di kemudian hari.
"Keselamatan adalah tanggung jawab bersama. Regulasi yang baik, data yang akurat, kepatuhan operator, kesiapan pelabuhan, serta kesadaran pengguna jasa harus menjadi satu mata rantai keselamatan yang tidak boleh terputus," jelasnya.
Sejumlah kecelakaan kapal terbaru menyita perhatian publik, salah satunya KM Virgo yang mengangkut ratusan penumpang. Kapal tersebut tenggelam di Laut Jawa saat berlayar dari Surabaya.