Liputan6.com, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan, pelaksanaan Pestapora dan konser The Weeknd memberikan dampak ekonomi besar, hampir Rp 250 miliar bagi Jakarta.
"Saya mendapatkan laporan, dalam pelaksanaan Pestapora dan juga The Weeknd selama 2 hari ini, ekonomi bergerak di Jakarta akibat itu hampir Rp 250 miliar," kata Pramono di Jakarta, dikutip Selasa (29/9/2026).
Advertisement
Pramono menilai, penyelenggaraan berbagai pertunjukan musik berskala internasional turut menunjukkan posisi Jakarta sebagai kota global.
Hal itu, lanjutnya, juga mendapat apresiasi saat dirinya bertemu dengan Dekan New York University dalam kunjungannya ke New York, Amerika Serikat.
"Mereka memberikan apresiasi karena sekarang ini sebagai kota global, Jakarta juga menjadi tempat tampilnya, performanya band-band atau seniman-seniman besar di Jakarta," kata Pramono.
"Mereka tahu bahwa di Jakarta akan ada Ye, akan ada The Weeknd yang baru dua hari yang lalu berjalan dengan baik, kemudian ada Westlife, ada Andrea Bocelli," lanjutnya.
Menurut Pramono, sejumlah musisi global juga tercatat memilih Jakarta sebagai salah satu lokasi pertunjukan. Dia menilai hal tersebut sebagai bukti bahwa Ibu Kota semakin dipercaya untuk menyelenggarakan acara besar berskala internasional.
Selanjutnya, kata Pramono, Jakarta juga akan menjadi lokasi penampilan Ye hingga Westlife yang dijadwalkan pada 23 Januari 2027 mendatang.
Pramono Evaluasi Ganjil-Genap dan CFD
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengevaluasi penerapan kebijakan ganjil-genap di Jakarta. Menurut Pramono, setiap kebijakan harus memiliki manfaat yang jelas bagi warga Jakarta.
Oleh karena itu, dia tidak ingin kebijakan transportasi hanya dijalankan sebagai formalitas tanpa memberikan perubahan yang signifikan.
"Intinya begini, saya tidak mau kebijakan itu hanya bersifat seremonial dan tidak memberikan dampak yang signifikan bagi perubahan atau bagi masyarakat," kata Pramono di Jakarta, dikutip Selasa (29/9/2026).
Pramono mengatakan, evaluasi akan dibahas bersama Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta. Dia telah dijadwalkan menerima laporan dari Kepala Dishub DKI Jakarta terkait sejumlah kebijakan transportasi, termasuk ganjil-genap dan pelaksanaan hari bebas kendaraan bermotor atau car free day (CFD).
"Saya menerima Kadishub yang akan melaporkan beberapa hal, termasuk di dalamnya ganjil genap, kemudian Car Free Day," ucapnya.
Pramono melanjutkan, apa pun hasil evaluasinya, keputusan terkait ganjil-genap maupun CFD di wilayah Ibu Kota nantinya harus mempertimbangkan manfaat yang diberikan kepada masyarakat.
"Saya berharap apa pun yang nanti akan diputuskan, apakah itu ganjil genap ataukah Car Free Day, itu adalah keputusan yang memberikan manfaat banyak bagi masyarakat Jakarta karena itu menjadi tujuan utama kita semua," tandas Pramono.