Banjir Bandang Terjang Tanggamus Lampung

Sedikitnya 350 kepala keluarga (KK) terdampak dalam bencana banjir bandang tersebut.

oleh Ardi MuntheDiterbitkan 23 September 2026, 10:31 WIB
Banjir bandang menerjang empat pekon di Kecamatan Kotaagung Barat, Kabupaten Tanggamus. (Liputan6.com/Istimewa).

Liputan6.com, Jakarta - Banjir bandang menerjang empat pekon (desa) di Kecamatan Kotaagung Barat, Kabupaten Tanggamus, Lampung, Selasa (22/9/2026) dini hari. Derasnya hujan membuat Sungai Way Belu meluap hingga menerjang permukiman warga.

Banjir terjadi sekitar pukul 02.00 WIB. Sedikitnya 350 kepala keluarga (KK) terdampak dalam bencana tersebut. Empat wilayah yang terdampak yakni Pekon Belu, Negara Batin, Kanyangan, dan Teba Bunuk.

Kepala Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Provinsi Lampung Muhammad Fareza Revanza mengatakan, banjir dipicu hujan deras yang menyebabkan Sungai Way Belu meluap.

"Terjadi banjir bandang akibat hujan dan luapan Sungai Way Belu di empat pekon wilayah Kecamatan Kotaagung Barat, Kabupaten Tanggamus," kata Fareza, Selasa (22/9/2026).

Dampak terparah terjadi di Pekon Belu. Tanggul Sungai Way Belu dilaporkan jebol sepanjang sekitar 200 meter setelah diterjang derasnya arus banjir.

Kerusakan tanggul tersebut membuat sekitar 150 KK terdampak. Air juga merendam SDN 1 Belu.

Selain itu, Camat Kotaagung Barat Sarif Hidayat Bangsawan menyebut ketinggian air di sejumlah rumah warga sempat mencapai sekitar 70 sentimeter.

"Pagar rumah warga roboh, pagar SDN 1 Belu jebol 15 meter, dan 10 rumah warga rusak," kata Sarif.

Sementara itu, di Pekon Negara Batin, sekitar 150 KK terdampak banjir. Tiga rumah warga dilaporkan mengalami kerusakan ringan berdasarkan pendataan awal BPBD.

Di Pekon Kanyangan, sekitar 50 hektare lahan perkebunan terendam. Sedangkan di Pekon Teba Bunuk, sekitar lima hektare lahan pertanian turut terdampak.

 

Lumpur Masih Berserakan

Banjir bandang menerjang empat pekon di Kecamatan Kotaagung Barat, Kabupaten Tanggamus. (Liputan6.com/Istimewa).

BPBD Provinsi Lampung melaporkan kondisi air kini telah surut. Warga yang sempat terdampak juga telah kembali ke rumah masing-masing.

Namun, penanganan belum sepenuhnya selesai. Sedimen dan lumpur yang terbawa arus banjir masih menutup sejumlah rumah dan fasilitas umum sehingga membutuhkan pembersihan.

BPBD Kabupaten Tanggamus bersama Tim Reaksi Cepat lintas sektor, TNI, Polri, pemerintah kecamatan, dan aparat setempat dikerahkan untuk melakukan penanganan serta pendataan kerusakan.

Posko kesehatan juga disiapkan untuk membantu warga terdampak.

Sejumlah kebutuhan darurat telah diajukan, antara lain mobil pemadam untuk membantu membersihkan lumpur, sembako, hingga alat berat excavator.

"Kebutuhan bantuan darurat yang dilaporkan antara lain mobil pemadam untuk pembersihan lumpur, sembako, serta alat berat excavator," sebutnya.

Kebutuhan alat berat menjadi perhatian karena tanggul Sungai Way Belu yang jebol sekitar 200 meter membutuhkan penanganan dan perbaikan.

 

Tak Ada Korban Jiwa

Meski menyebabkan ratusan keluarga terdampak dan merusak sejumlah fasilitas, banjir bandang tersebut sejauh ini tidak menimbulkan korban jiwa.

Berdasarkan laporan sementara BPBD Provinsi Lampung, tidak ada warga yang meninggal dunia, hilang, maupun mengalami luka-luka akibat bencana tersebut.

"Warga kini telah kembali ke rumah setelah banjir surut. Tim gabungan masih melakukan pendataan dan membersihkan material lumpur serta sisa banjir di sejumlah lokasi terdampak," terangnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya