Liputan6.com, Jakarta - Memasuki hari keenam operasi pencarian dan pertolongan (search and rescue), TNI AL bersama tim SAR gabungan terus mengintensifkan penyisiran kapal yang hilang kontak di perairan Selat Sunda, Minggu (13/9).
Dalam perkembangan terbaru operasi pencarian, pada pukul 09.30 WIB, KAL Anyer I-3-64 Lanal Banten berhasil menemukan satu buah life jacket berwarna oranye bertuliskan “KM Samudera Pratama”.
Advertisement
Benda tersebut ditemukan di perairan sebelah barat Cikoneng, tepatnya pada titik koordinat 06°01'59" S–105°52'49" T. Temuan ini menjadi petunjuk penting bagi unsur armada pencari untuk memperketat penyisiran di sekitar lokasi penemuan.
Selain memfokuskan penyisiran pada koordinat terdekat, tim SAR gabungan juga aktif menjalin komunikasi serta membagikan informasi sektor SAR kepada kapal-kapal niaga maupun kapal lain yang melintas.
Usai ditemukan, pelampung tersebut langsung dibawa ke posko untuk diidentifikasi.
Hingga saat ini, TNI AL dan tim SAR gabungan tidak berspekulasi karena belum dapat dipastikan apakah pelampung yang ditemukan tersebut merupakan milik lima jurnalis yang hilang kontak atau tidak.
Operasi ini difokuskan untuk menemukan satu unit speedboat yang membawa delapan penumpang, terdiri atas lima jurnalis dan tiga anak buah kapal (ABK), yang dilaporkan hilang kontak saat meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Dalam pencarian ini, TNI AL mengerahkan berbagai unsur dan armada patroli, meliputi KRI Leuser-924, KRI Kerambit-627, KRI Lepu-861, KAL Anyer I-3-64, KAL Pohawang I-3-30, RHIB Peucang Lanal Banten, RHIB 02 Banten, RHIB 02 Lampung, serta unsur SAR dan instansi gabungan yang meliputi KN SAR Tetuka-247, KN SAR Basudewa, KP Sanjaya, dan KP Hayabusa.
Pencarian Hari Keenam, 16 Kapal Dikerahkan Sisir 6.000 Mil Laut Persegi
Pencarian rombongan jurnalis yang hilang kontak di Selat Sunda saat melakukan liputan Gunung Anak Krakatau memasuki hari keenam, Minggu (13/9/2026).
Pada pencarian hari keenam ini, operasi SAR yang melibatkan unsur laut, darat, dan udara memiliki total luas area pencarian mencapai 6.010 NM². Sebanyak 16 kapal juga dikerahkan untuk menyisir enam sektor pencarian, yakni sektor W, Z, H, V, Y, dan X.
Sektor V memiliki luas 840 NM² dan melibatkan KRI Kerambit serta KRI Teluk Gilimanuk. Sektor W seluas 1.120 NM² melibatkan KAL Anyer, sedangkan sektor Z seluas 809 NM² melibatkan KN SAR Basudewa dan KN SAR Antasena.
Kemudian, sektor Y memiliki luas 497 NM² dan melibatkan KP Sanjaya serta KRI Lepu. Sektor X seluas 681 NM² menjadi perhatian dengan total delapan kapal yang dikerahkan, antara lain KN SAR Tetuka, RBB Peucang, RIB 02 Banten, RIB 02 Lampung, KP 2016, KP 2013, KM Garuda, dan KM Bima.
Sementara itu, sektor H menjadi area pencarian terluas dengan cakupan 2.063 NM² dan didukung helikopter HR 3604.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, Al Amrad, mengatakan pencarian terus dilakukan secara optimal dengan mengerahkan berbagai unsur SAR gabungan.
"Memasuki hari keenam operasi SAR, kami bersama seluruh unsur SAR gabungan terus berupaya mengoptimalkan pencarian terhadap delapan orang yang masih dalam pencarian. Area pencarian telah dibagi menjadi beberapa sektor dengan dukungan unsur laut, darat, dan udara," kata Al Amrad dalam keterangannya, Minggu (13/9/2026).
"Kami akan terus melakukan upaya terbaik dengan tetap mengutamakan keselamatan seluruh personel yang terlibat," tegasnya.
"Selain unsur laut, operasi juga didukung dua unit drone thermal Basarnas untuk membantu pemantauan area pencarian," jelas Al Amrad.
Al Amrad juga menjelaskan bahwa kondisi cuaca di wilayah pencarian diperkirakan berawan dengan angin dari arah timur laut hingga timur berkecepatan 10–20 knot. Sementara itu, tinggi gelombang diperkirakan berada pada kisaran 0,5–2,5 meter.
Selain itu, Al Amrad menegaskan bahwa pelaksanaan pencarian akan disesuaikan dengan kondisi di lapangan.
"Kami mengimbau kepada seluruh unsur yang terlibat untuk senantiasa memperhatikan kondisi cuaca dan keselamatan selama melaksanakan operasi. Kami juga mengharapkan dukungan informasi dari masyarakat apabila mengetahui adanya tanda-tanda keberadaan kapal maupun korban yang sedang dicari," ucapnya.