Turis Australia Tewas Terjatuh ke Jurang 80 Meter di Nusa Penida

Insiden terjadi saat korban diduga keluar dari jalur aman menuju ujung tebing sebelum kehilangan pijakan.

oleh Hermawan ArifiantoDiterbitkan 12 September 2026, 19:27 WIB
Tim SAR evakuasi turis asal Australia yang jatuh ke jurang 80 Meter di Nusa Penida Bali. (Dok. Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Liburan wisatawan asal Australia di Kelingking Beach, Nusa Penida, Bali, berakhir tragis. Cronin Brianna Lani (30) ditemukan tewas setelah tergelincir dan jatuh ke jurang saat berusaha mencari jalur sendiri di area tebing curam pada Sabtu pagi (12/9/2026).

Koordinator Unit Siaga Nusa Penida, Cakra Negara, mengonfirmasi insiden tersebut diperkirakan terjadi sekitar pukul 09.00 WITA. Korban diduga keluar dari jalur aman untuk menuju titik ujung tebing sebelum akhirnya kehilangan pijakan.

"Laporan kejadian pertama kali masuk dari warga lokal bernama Pak Pageh pada pukul 09.50 WITA. Merespons laporan tersebut, tim SAR gabungan langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan penyelamatan," ujarnya, Sabtu (12/9/2026).

Proses evakuasi korban berlangsung dramatis dan penuh tantangan. Rencana awal evakuasi menggunakan perahu melalui jalur laut terpaksa dibatalkan karena gelombang pasang yang mengganas di bibir pantai.

Tim penolong kemudian mengalihkan strategi dengan mengevakuasi korban secara manual melalui ratusan anak tangga Kelingking Beach yang terjal dan sempit.

"Korban mengalami patah tulang parah di beberapa bagian tubuh. Tim SAR melakukan prosedur packing darurat di atas tandu sebelum menaikkan korban ke atas tebing," tambahnya.

 

Korban Dilarikan ke Klinik

Tim SAR evakuasi turis asal Australia yang jatuh ke jurang 80 Meter di Nusa Penida Bali. (Dok. Istimewa)

Setelah menempuh perjalanan selama 1,5 jam melalui medan menanjak, tim gabungan yang terdiri dari Unit Siaga Nusa Penida, TNI AL, Polsek Nusa Penida, Balawista, Babinsa, dan warga setempat akhirnya berhasil membawa jenazah korban ke puncak tebing.

"Korban langsung dilarikan ke Klinik Griya Penida menggunakan ambulans untuk penanganan lebih lanjut," paparnya.

Cakra mengatakan, peristiwa ini kembali menjadi peringatan bagi wisatawan untuk selalu mematuhi rute resmi dan mengutamakan keselamatan saat menjelajahi tebing-tebing ekstrem di Nusa Penida.

"Semoga kejadian ini menjadi pelajaran bagi seluruh wisatawan, bahwa keselamatan itu tetap nomor satu," pungkasnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya