Gubernur Banten Soroti Kisruh SD Islam Pembangunan Pamulang

Gubernur Banten menekankan pentingnya lingkungan sekolah yang aman dari kekerasan.

oleh Pramita TristiawatiDiterbitkan 04 September 2026, 16:45 WIB
Gubernur Banten Andra Soni saat menerima audiensi dari Yayasan Syarif Hidayatullah dan wali murid Sekolah Dasar Islam (SDI) Pembangunan Pamulang. (Foto: Istimewa).

Liputan6.com, Jakarta - Gubernur Banten Andra Soni berharap tak ada kekerasan terjadi di lingkungan sekolah, terlebih terjadi di wilayahnya.

Hal ini disampaikan saat menerima audiensi dari Yayasan Syarif Hidayatullah dan wali murid Sekolah Dasar Islam (SDI) Pembangunan Pamulang terkait adanya kisruh dengan UIN Jakarta yang diduga melibatkan ormas, Kamis 3 September 2026.

"Saya tidak mau ada kekerasan di lingkungan sekolah, kalau ada perkara hukum maka dilakukan dengan cara yang betul," kata Soni ditulis Jumat (4/9/2026).

Dia mengungkapkan, keamanan dan kenyamanan anak-anak dalam berkegiatan di dalam lingkup sekolah harus dijamin dari tindakan-tindakan kekerasan maupun premanisme.

Pasalnya, lingkup sekolah merupakan tempat yang harusnya menjadi yang paling aman untuk anak dalam proses belajar mengajar.

"Meskipun TK dan SD sebenarnya bukan wewenang provinsi, tapi sebagai bapaknya Banten, saya berkewajiban juga memberikan jaminan keamanan pada mental maupun fisik anak-anak murid ini," ungkap dia.

 

Panggil Pihak Lain

Soni juga meminta Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Banten, Jamaludin untuk mengirimkan undangan audiensi kepada UIN Jakarta. Hal tersebut untuk mencari titik terang dari konflik tersebut.

"Saya harus mendengar dari semua pihak dulu, karena saya tidak bisa mencarikan solusi jika baru mendengar dari satu pihak saja," katanya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya