Legislator PDIP Sambangi Anak Korban Gempa NTT, Beri Trauma Healing

Kegiatan ini menjadi ruang bagi anak-anak untuk kembali tersenyum sekaligus mengurangi rasa takut dan cemas usai gempa.

oleh Jonathan Pandapotan PurbaDiterbitkan 03 September 2026, 17:00 WIB
Ketua Umum DPP Taruna Merah Putih (TNP) sekaligus Anggota DPR dari Fraksi PDI Perjuangan (PDIP) Pinka Haprani menggelar kegiatan trauma healing di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT) (Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Ketua Umum DPP Taruna Merah Putih (TMP) sekaligus Anggota DPR dari Fraksi PDI Perjuangan (PDIP) Pinka Haprani dan belasan relawan menggelar kegiatan trauma healing di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Pinka mengajak ratusan anak korban gempa mengikuti beragam aktivitas. Kegiatan-kegiatan tersebut sengaja dibuat Pinka dan relawan untuk mengembalikan keceriaan para korban, khususnya anak-anak.

"Kegiatan ini dalam rangka memulihkan trauma anak-anak pascagempa. Para korban berhak mendapat pendampingan psikososial," kata Pinka dalam keterangannya, Jakarta, Kamis, 3 September 2026.

Selama kegiatan berlangsung, tawa dan keceriaan anak-anak korban gempa mulai terlihat di tenda pengganti ruang kelas SD Inpres Robo dan SMPN Satap Robo, Kecamatan Wae Ri’i, Kabupaten Manggarai, Selasa siang, 1 September 2026.

Tak hanya itu, belasan mahasiswa dari berbagai kampus asal Ruteng, Kabupaten Manggarai, NTT, terlibat sebagai relawan. Anak-anak diajak bermain, menggambar, bernyanyi, membaca, serta mendengarkan dongeng dan bercerita.

Kegiatan ini menjadi ruang bagi anak-anak untuk kembali tersenyum sekaligus mengurangi rasa takut dan cemas usai gempa magnitudo 7,7 melanda NTT.

Dalam kegiatan itu, Pinka turut didampingi Sekretaris Jenderal DPP Taruna Merah Putih Rio Dondokambey yang juga Anggota DPR RI dari Fraksi PDIP. Keduanya ditemani Bendahara Umum DPP Taruna Merah Putih Stephanie Octavia berbaur dan bermain bersama anak-anak korban gempa.

 

Trauma Healing

Bupati Manggarai Heribertus Nabit juga turut hadir sepanjang kegiatan trauma healing. Heribertus senang karena kegiatan ini akan berlangsung selama 2-3 bulan ke depan.

Kegiatan ditutup dengan pemberian hadiah berupa buku gambar, buku cerita, alat olahraga seperti bola voli, bola kaki, dua gitar akustik, dua set speaker portabel, 30 sepeda anak, serta 700 paket sembako untuk orang tua. Relawan juga membagikan susu khusus bagi anak PAUD.

Kepala SD Inpres Robo, Selviani Diata, mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, anak-anak dari berbagai jenjang pendidikan masih membutuhkan pendampingan untuk mengatasi trauma dan mengembalikan kondisi psikologis mereka setelah gempa.

"Pihak sekolah berharap kegiatan trauma healing dapat dilakukan secara terus-menerus hingga kondisi anak-anak benar-benar bebas dari rasa trauma dan terbiasa dengan gempa susulan," kata Selviana.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya