Dampak Kebakaran Desa Adat Sade, 89 Bangunan Hangus

Pemkab Lombok Tengah kini memfokuskan penanganan pada pemulihan dan pemenuhan kebutuhan warga terdampak.

oleh Nasrul FaizDiterbitkan 23 Agustus 2026, 13:29 WIB
Penampakan pascakebakaran Desa Adat Sade di Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB). (Dok. Antara)

Liputan6.com, Jakarta - Kebakaran rumah adat Sade di Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), berdampak terhadap 320 warga atau 120 kepala keluarga. Pemkab Lombok Tengah kini memfokuskan penanganan pada pemulihan dan pemenuhan kebutuhan warga terdampak.

"Korban yang terdampak mencapai 320 jiwa atau 120 kepala keluarga," kata Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri usai rapat koordinasi penanganan dampak kebakaran rumah adat Sade di Desa Rambitan, Lombok Tengah, dikutip dari Antara, Minggu (23/8/2026).

Selain rumah warga yang ludes terbakar, sejumlah fasilitas seperti masjid, museum, lapak UMKM (usaha mikro, kecil, dan menengah), serta fasilitas umum lainnya turut terdampak. Secara keseluruhan, terdapat 89 bangunan yang terbakar.

"Kebakaran ini merupakan musibah yang tidak pernah diperkirakan sebelumnya. Namun, kondisi tersebut menjadi tanggung jawab bersama seluruh elemen untuk segera melakukan penanganan," katanya.

Pathul mengatakan api dengan cepat meluas karena sebagian besar bangunan rumah adat Sade menggunakan atap alang-alang. Kondisi tersebut membuat api menjalar dan menghanguskan bangunan dalam hitungan menit.

“Terutama karena atapnya ilalang. Ini mungkin menjadi referensi ketika terjadi sesuatu, terbakar habis karena atapnya ilalang. Ke depan tentu harus dipikir lebih jauh,” katanya.

Meski demikian, evaluasi terkait konstruksi rumah dan penggunaan material yang lebih aman belum menjadi fokus utama pemerintah. Penanganan saat ini lebih diarahkan pada pemenuhan kebutuhan para korban dalam beberapa hari ke depan.

Menurut Pathul, kebutuhan dasar warga yang menjadi perhatian meliputi makanan, kesehatan, pendidikan anak-anak, hingga kebutuhan tempat ibadah.

“Yang kita pikirkan hari ini tentang bagaimana menangani dampak dalam waktu dekat, trauma healing anak-anak yang bersekolah. Kemudian kebutuhan akan makan pada saat hari ini dan tiga hari ke depan, menjaga kesehatan,” katanya.

Untuk lokasi pengungsian, pemerintah telah menyiapkan rumah khusus yang sebelumnya dibangun untuk masyarakat. Sebagian warga lainnya memilih tinggal bersama keluarga.

"Untuk posko logistik dipusatkan di gedung Koperasi Desa Merah Putih," katanya.

 

Penyebab Belum Diketahui

Kebakaran Landa Desa Adat Sade. Foto: ANTARA/Akhyar Rosidi

Kepala Desa Rambitan Lalu Winakse mengatakan penyebab kebakaran hingga kini belum dapat dipastikan karena api meluas dengan cepat.

"Jumlah kepala keluarga yang tinggal di sana sebanyak 120 KK dan untuk bangunan yang terbakar itu sebanyak 89 unit yang ludes dan sisanya kebakaran ringan," katanya.

Sebelumnya, pada Sabtu (22/8) malam, kebakaran besar melanda Desa Adat Sade di Lombok Tengah yang merupakan salah satu warisan budaya sekaligus ikon budaya Lombok.

Mendengar kabar tersebut, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal yang baru tiba dari misi kemanusiaan di Nusa Tenggara Timur (NTT) langsung bertolak ke lokasi untuk meninjau kondisi dan memastikan penanganan berjalan maksimal.

Di tengah proses pemadaman oleh tim gabungan Damkar, TNI-Polri, dan warga, Gubernur Iqbal menegaskan keselamatan warga menjadi prioritas utama.

"Keselamatan warga yang diutamakan, termasuk penanganan pascakebakaran," katanya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya