Liputan6.com, Jakarta - Ketua Program Studi Produksi Media Institut Media Digital Emtek (IMDE) Teguh Setiawan mendorong siswa SMK Bina Insan Mandiri (BIM) Islamic School memanfaatkan kecerdasan artifisial atau Artificial Intelligence (AI) sebagai alat kolaborasi untuk mengembangkan kreativitas.
Pesan tersebut disampaikan Teguh saat menjadi narasumber dalam workshop bertajuk "AI & Kreativitas: Kolaborasi, Bukan Kompetisi" yang merupakan bagian dari rangkaian Merdeka Mind Fest 2026 pada 18-21 Agustus 2026.
Dalam kegiatan tersebut, siswa dari berbagai jurusan mendapat wawasan mengenai perkembangan AI dan pemanfaatannya dalam produksi konten.
Advertisement
Kegiatan ini juga menghadirkan praktisi, akademisi, dan pakar industri untuk memperkenalkan perspektif dunia kerja kepada peserta didik.
IMDE turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut sebagai institusi pendidikan tinggi yang mengintegrasikan pembelajaran dengan industri kreatif digital.
Selain Teguh, dosen IMDE Erwin Mulyadi, Hanindito Rahmanda, dan Dias Suminta Suria Putra turut memberikan materi.
Teguh mengatakan AI seharusnya tidak dipandang sebagai ancaman terhadap kreativitas manusia. Menurut dia, teknologi tersebut justru dapat membantu kreator mempercepat pekerjaan dan mengeksplorasi lebih banyak ide.
"AI bukan untuk menggantikan kreativitas manusia, tetapi menjadi kolaborator yang membantu kreator bekerja lebih cepat dan mengeksplorasi lebih banyak kemungkinan. Di era AI, yang semakin penting bukan hanya kemampuan membuat, tetapi kemampuan mengarahkan, mengkurasi, dan menentukan mana yang layak menjadi sebuah karya."
Dia menilai kemampuan manusia tetap menjadi bagian penting dalam proses kreatif. Meski mampu mengolah data dalam jumlah besar, AI tidak memiliki pengalaman hidup, emosi, dan selera seperti manusia.
"AI memiliki akses terhadap miliaran data, tetapi AI tidak memiliki pengalaman hidup, emosi, dan selera. Di tengah produksi konten yang semakin otomatis, sentuhan manusia, empati, dan kemampuan melakukan kurasi justru menjadi pembeda utama sebuah karya."
Pentingnya Kemampuan Menyusun Prompt
Dalam workshop tersebut, Teguh juga memperkenalkan prompt engineering sebagai salah satu keterampilan penting dalam memanfaatkan AI. Menurut dia, penggunaan AI tidak cukup hanya dengan memberikan instruksi sederhana.
Kreator perlu mampu menyampaikan ide, konteks, tujuan, dan visi kreatif secara terstruktur agar teknologi dapat menghasilkan keluaran yang lebih sesuai.
"Prompt engineering bukan sekadar bagaimana kita mengetik perintah kepada AI. Ini adalah kemampuan menerjemahkan ide, konteks, tujuan, dan visi kreatif menjadi instruksi yang dapat dipahami mesin sehingga menghasilkan output yang lebih presisi."
Kemampuan tersebut dinilai relevan bagi siswa SMK yang akan memasuki industri kreatif dan digital. AI dapat dimanfaatkan dalam berbagai tahapan produksi, mulai dari pengembangan ide, penyusunan naskah, pembuatan visual, hingga proses produksi dan penyuntingan.
Namun, Teguh menekankan manusia tetap berperan sebagai pengarah sekaligus pengambil keputusan dalam proses kreatif.
Advertisement
Dorong Link and Match Pendidikan dengan Industri
Kepala SMK Bina Insan Mandiri, Nerviadi Gurnadi Lucky, mengatakan perkembangan industri digital menuntut generasi muda untuk terus beradaptasi dengan teknologi. Menurut dia, dunia pendidikan perlu memperkuat hubungan dengan industri agar lulusan tidak hanya siap bekerja, tetapi juga mampu menjadi wirausaha.
"Perkembangan dunia di era industri digital menuntut generasi muda untuk terus adaptif terhadap perkembangan teknologi. SMK BIM Islamic School menyadari bahwa dunia pendidikan harus terus melakukan link and match dengan dunia industri, agar generasi muda tidak hanya siap kerja, tetapi juga siap menjadi wirausaha yang sukses."
Nerviadi mengapresiasi antusiasme siswa selama rangkaian kegiatan. Menurut dia, interaksi langsung dengan mentor dari dunia pendidikan dan industri memberikan pengalaman baru bagi peserta didik.
"Salah satu momen yang berkesan hari ini adalah sesi berbagi dari Bapak Teguh Setiawan dari IMDE, yang membawakan materi tentang Generative AI. Sebagai praktisi industri di dunia pendidikan, beliau membuka wawasan generasi muda kita tentang bagaimana menggunakan AI secara bijak dalam praktik dunia kerja," ujarnya.
Melalui kegiatan tersebut, siswa diharapkan tidak sekadar menjadi pengguna teknologi, tetapi mampu menghasilkan karya dengan visi, kreativitas, dan tanggung jawab.
Workshop tersebut menekankan bahwa AI bukan kompetitor kreativitas manusia. Teknologi dapat menjadi alat kolaborasi, sementara manusia tetap memegang peran sebagai pengarah, kurator, dan pemilik visi dalam menghasilkan sebuah karya.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5526386/original/065611600_1773119349-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-03-10T120535.465.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9308116/original/010825900_1785129339-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-27T121435.797.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5490270/original/075910100_1770004204-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-02T104539.335.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9329887/original/014746300_1787301484-HOAX__4_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9330638/original/087814100_1787395785-WhatsApp_Image_2026-08-22_at_17.24.57.jpeg)