Liputan6.com, Jakarta - Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni tampil mengenakan pakaian adat Kajang, Sulawesi Selatan, saat menghadiri Upacara Penurunan Bendera Merah Putih di Istana Merdeka Jakarta, Senin (17/8/2026).
Dia menyebut masyarakat adat Kajang sebagai ‘the best guardian of our tropical forest’ atau penjaga hutan tropis terbaik.
Advertisement
Menurut Raja Juli, pakaian adat yang dikenakannya bukan sekadar pilihan busana, tetapi memiliki makna yang merepresentasikan masyarakat adat Kajang sebagai komunitas yang memiliki kemampuan dalam menjaga kelestarian hutan.
"Ini baju Suku Kajang, Sulawesi Selatan. Salah satu masyarakat adat yang paling memiliki kemampuan menjaga hutan The best guardian of our tropical forest, menjaga hutan tropis kita," kata Menhut Raja Juli di Istana Merdeka, Senin (17/8/2026).
Pakaian serba hitam menjadi ciri khas masyarakat adat Kajang. Warna tersebut berkaitan dengan prinsip hidup sederhana dan tidak berlebihan yang mereka pegang.
Nilai itu sejalan dengan falsafah kamase-mase, yang menempatkan kehidupan yang secukupnya dan selaras dengan lingkungan sebagai bagian penting dari keseharian masyarakat Kajang.
Saat menghadiri Upacara Peringatan Detik-detik Proklamasi pada pagi hari, Raja Juli beserta istri tampak mengenakan pakaian adat Alor, Nusa Tenggara Timur.
Upacara Penurunan Bendera
Diketahui, Presiden Prabowo Subianto menjadi Inspektur Upacara Penurunan Bendera Merah Putih di Halaman Istana Merdeka Jakarta, Senin (17/8/2026). Upacara penurunan bendera tersebut merupakan rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 RI.
Berdasarkan pantauan Liputan6.com, Prabowo tiba di mimbar kehormatan pada pukul 16.53 WIB. Prabowo tampak mengenakan
Selanjutnya, Jerrold Hendra Joseph Kumontey selaku Komandan Upacara melaporkan bahwa upacara penurunan bendera sang merah putih siap dilaksanakan.
"Laksanakan," kata Prabowo.
Jerrold H.J. Kumontey merupakan lulusan Akademi Kepolisian tahun 2003. Pria kelahiran Tomohon, 12 Februari 1979 itu saat ini menjabat sebagai Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Balikpapan.
Selanjutnya, Tim Paskibraka 'Indonesia Adil Makmur' menjalankan tugas untuk menurunkan bendera merah putih. Penurunan bendera dipercayakan pada tiga orang putra-putri terbaik bangsa Indonesia.
Mereka adalah Atanasius Meyllano Frans Yogar dari Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), siswa SMA Katolik Giovanni Kupang, didaulat sebagai Komandan Kelompok 8.