Dilantik Jadi Kepala Bakom, Syahganda Ungkap Arahan Prabowo

Menurut dia, pikiran dan program Prabowo penting untuk diketahui oleh masyarakat.

Diterbitkan 02 Oktober 2026, 17:47 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto melantik Syahganda Nainggolan menjadi Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI. Prabowo meminta Syahganda untuk menjadikan komunikasi sebagai alat persatuan nasional.

"Kalau arahan Presiden yang disampaikan beliau itu adalah kepada saya itu adalah bagaimana caranya komunikasi ini menjadi alat persatuan nasional," kata Syahganda usai dilantik Presiden Prabowo di Istana Negara, Jakarta, Jumat (2/10/2026).

Menurut dia, selama ini masyarakat sulit menangkap isi pikiran Presiden Prabowo yang konstitusional. Padahal, kata Syahganda, pikiran dan program Prabowo penting untuk diketahui oleh masyarakat.

Untuk itu, Syahganda mengatakan dirinya dan Wakil Kepala Bakom RI Fadli Tri Hartono akan bekerja sama untuk mempelajari algoritma dan program kerja yang ada. Sebab, dia menilai tantangan terbesar komunikasi saat ini adalah soal algoritma dan artificial intelligence (AI).

"Jadi, kita akan masuk juga ke sana. Mungkin kita akan mengembangkan satu kelompok apa tim khusus mempelajari bagaimana algoritma itu bisa merusak atau memberi jarak antara pikiran-pikiran Presiden dengan masyarakat," jelasnya.

 

Bangun Peradaban

Syahganda menuturkan Prabowo saat ini sedang membangun sebuah peradaban yang membuat negara kembali hadir untuk kesejahteraan rakyat. Menurut dia, Badan Komunikasi Pemerintah RI akan menjaga peradaban yang sedang dibangun Prabowo agar berjalan sesuai rencana.

"Ya jadi, kalau Badan Komunikasi ya pasti kita untuk menjaga peradaban. Nah, peradaban itu lagi dibangun oleh Bapak Presiden Prabowo yang kembali membuat negara hadir ya. Kedaulatan hadir dan kesejahteraan rakyat hadir," tutur Syahganda.

Dia berjanji akan berusaha maksimal mengoptimalkan komunikasi pemerintah agar dapat dipahami oleh masyarakat, khususnya terkait program Prabowo. Syahganda melihat isi pikiran Prabowo saat ini banyak didistorsi oleh AI.

"Nah, ini yang kita memang coba nanti melengkapi dengan itu. Bagaimana tidak didistorsi. Jadi, pikiran-pikiran Presiden menurut saya selama ini banyak didistorsi. Distorsi oleh kekuatan AI itu, digital itu," pungkas Syahganda.