BNN Bongkar Kelompok Usia Paling Banyak Terpapar Narkoba

BNN menggagas program Ananda Bersinar lindungi anak dari narkoba.

oleh Dimas Ramadhan WicaksanaDiterbitkan 23 Juli 2026, 19:44 WIB
Kepala BNN, Komjen Suyudi Ario Seto (Foto: Dimas/Liputan6.com)

Liputan6.com, Jakarta -  Badan Narkotika Nasional (BNN) menggagas program Aksi Nasional Anti Narkotika Anak Dimulai dari Anak Bersih Narkoba (Ananda Bersinar). Fokus program tersebut mencegah narkoba menyasar anak dan remaja sebagai target.

"Program ini merupakan transformasi strategi pencegahan BNN yang menempatkan anak sebagai subjek utama perlindungan dengan membangun karakter, ketahanan diri, kecakapan hidup, literasi bahaya narkotika, serta memperkuat peran keluarga, sekolah, dan lingkungan sosial," kata Kepala BNN, Komjen Suyudi Ario Seto, di Balai Besar Rehabilitasi BNN, di kawasan Lido, Bogor pada Kamis (23/7/2026).

Program baru itu merupakan ikhtiar BNN dalam menyelamatkan masa depan bangsa. Anak-anak menjadi subjek utama perlindungan dalam Ananda Bersinar.

Menurut Suyudi, pencegahan perlu dilakukan mengingat narkotika menjadi salah satu ancaman serius yang dapat merusak kualitas generasi, menghancurkan keluarga, meningkatkan beban sosial dan kesehatan, serta melemahkan ketahanan bangsa.

"Narkotika tidak hanya merampas kesehatan seseorang, narkotika merampas masa depan keluarga, merusak kualitas generasi, dan akhirnya mengancam masa depan bangsa," jelas Suyudi.

 

Usia Remaja Mendominasi

Berdasarkan data prevalensi nasional, kata Suyudi, angka penyalahgunaan narkotika saat ini menyentuh 2,9 persen. Artinya total 4,15 juta penduduk Indonesia kini terpapar produk narkoba.

"Angka peningkatan tertinggi didominasi oleh remaja usia 15 sampai dengan 24 tahun. Kelompok usia yang merupakan tulang punggung pembangunan di masa depan," katanya.

Fakta ini, katanya, menunjukkan bahwa persoalan ini masih membutuhkan perhatian yang serius. Kelompok remaja dan usia muda merupakan salah satu kelompok yang sangat rentan.

Oleh karena itu, kata Suyudi, perlu upaya serius dan kuat dalam melindungi generasi tersebut lewat program pencegahan yang tersistem.

Sementara itu, Menteri Koordinator Politik dan Keamanan, Jenderal TNI Purnawirawan, Djamari Chaniago, menyatakan pemberantasan narkotika adalah prioritas pemerintah.

Menurut Djamari, setiap program pencegahan narkoba yang dilakukan saat ini merupakan bagian dari investasi. Ia pun menyambut program BNN demi mewujudkan cita-cita Indonesia mencapai generasi emas pada tahun 2045.

"Jika generasi muda hancur karena narkoba, maka yang terjadi adalah Indonesia Cemas," ucap Djamari.

Tag Terkait

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya