Liputan6.com, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menaikkan penanganan perkara yang menyeret Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini ke tahap penyidikan usai operasi tangkap tangan (OTT) di daerah tersebut. Hingga Selasa (21/7), delapan orang hasil operasi masih diperiksa penyidik.
Perkembangan ini disampaikan Juru Bicara KPK Budi Prasetyo. Pemeriksaan dilakukan terhadap pihak-pihak yang diamankan di Nusa Tenggara Barat (NTB) serta satu orang yang diamankan di Jakarta.
Advertisement
Dalam OTT pada Senin (20/7) di Kabupaten Lombok Barat, NTB, total 19 orang sempat diamankan. Dari jumlah itu, tujuh orang dibawa ke Jakarta untuk pemeriksaan intensif, dan tim turut menyita uang tunai serta sejumlah dokumen.
Keputusan peningkatan status perkara diambil setelah KPK menggelar ekspose pada Senin (20/7) malam, sesaat setelah Lalu Ahmad Zaini tiba di Gedung Merah Putih.
"Terkait kegiatan penyelidikan tertutup di wilayah Kabupaten Lombok Barat, malam tadi sudah dilakukan ekspose dan diputuskan bahwa perkara ini naik ke tahap penyidikan," kata Budi dalam keterangannya, Selasa (21/7/2026).
Budi menjelaskan penanganan perkara ini berkaitan dengan dugaan konflik kepentingan dalam pengadaan barang dan jasa, suap proyek, serta dugaan penerimaan gratifikasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lombok Barat.
"Secara lengkap, bagaimana konstruksi perkara, kronologi peristiwa tertangkap tangan, barang bukti, serta pihak-pihak yang ditetapkan sebagai tersangka, kami akan sampaikan dalam konferensi pers sore ini," jelas Budi.
Daftar 8 Orang yang Diperiksa
Dari delapan orang yang sedang dimintai keterangan, tujuh di antaranya berasal dari NTB. Mereka mencakup Bupati Lalu Ahmad Zaini; Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (PUPRPKP) Lombok Barat Lalu Ratnawo; Direktur Utama PT Air Minum Giri Menang Lombok Barat; seorang pihak swasta; serta tiga orang yang merupakan ajudan dan sopir bupati.
Selain tujuh orang tersebut, KPK juga mengamankan satu orang pihak swasta di wilayah Jakarta pada Senin (20/7), yang saat ini juga masih menjalani pemeriksaan.
"Sehingga hingga pagi ini, total yang masih dilakukan pemeriksaan sejumlah delapan orang," tambahnya.
Penyidik KPK mengamankan barang bukti di antaranya dalam bentuk uang tunai dalam pecahan rupiah dan juga beberapa dokumen yang diduga terkait dalam perkara ini.
"Sampai dengan saat ini uang yang diamankan senilai ratusan juta rupiah dan juga beberapa dokumen terkait lainnya. Tentu ini juga masih akan terus didalami dalam pemeriksaan awal ini," tambahnya.