Liputan6.com, Jakarta - Robi Ruliansah (31) ditemukan tewas membusuk di Sungai Cimunjul, Ciambar, Kabupaten Sukabumi pada Sabtu (11/7/2026). Sebelum menghilang selama empat hari, korban rupanya sempat menunjukkan gelagat tidak biasa.
Ayah korban, Heri, mengungkapkan bahwa anak sulungnya tersebut sama sekali tidak memiliki masalah apa pun di rumah maupun dengan pihak lain. Namun, pada Selasa (7/7/2026) pagi sebelum pergi, Robi sempat menyampaikan permohonan maaf kepada sang ibu.
Advertisement
"Enggak ada ngeluh apa-apa, ya biasa. Cuman sama ibunya paginya itu minta maaf katanya, gitu," ungkap Heri mengenang hari keberangkatan anaknya.
Sore harinya sekitar pukul 17.30 WIB, pemuda yang sehari-hari bekerja membetulkan ponsel dan merakit komputer di rumahnya itu pergi secara diam-diam. Pihak keluarga baru menyadari korban tidak ada di rumah saat hari mulai malam.
Ponsel Mati Tak Bisa Dihubungi
Ketika dihubungi oleh sang ayah sekitar pukul 21.30 WIB, Robi tidak membalas pesan secara tertulis. Ia hanya mengirimkan sebuah peta digital penunjuk lokasi.
"Pas hari Selasa itu jam setengah sepuluhan malam saya WA, cuman dia ngasih share lock doang. Habis itu enggak ada kontak lagi," jelas Heri.
Titik lokasi terakhir yang dikirimkan korban berada di wilayah Desa Munjul, tepatnya di sekitar Pusat Kesehatan Pembantu (Pustu).
Khawatir karena korban yang dikenal pendiam itu tidak kunjung pulang dan ponselnya mati total sejak Rabu pagi, Heri dan kerabatnya mulai melakukan pencarian mandiri.
"Saya belum (lapor polisi), cuman di-share ke teman, ke grup begitu. Tiap hari nyari sampai malam juga nyari," kata Heri.
Pencarian melelahkan selama empat hari itu berakhir pilu pada Sabtu sore. Seorang warga yang baru pulang memancing melihat sesosok jasad telungkup di Sungai Cimunjul, Kampung Barupaku, yang ternyata adalah Robi. Kabar itu langsung meruntuhkan pertahanan sang ayah.
"Ya bukan kaget lagi, sampai lemes saya pas dikasih tahu warga Desa Munjul yang nemuin," ucapnya.
Kini, jasad pemuda bujangan tersebut telah dievakuasi ke RS Sekarwangi untuk menjalani proses autopsi.
Pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Nagrak dilaporkan masih melakukan pendalaman dan penyelidikan intensif guna mengungkap penyebab pasti di balik kematian misterius korban.