Cara Khusus Petugas Jinakkan Api di TPA Jatiwaringin

Helikopter waterbombing juga sudah dikerahkan tapi api belum sepenuhnya padam.

oleh Pramita TristiawatiDiterbitkan 07 Juli 2026, 11:10 WIB
Kondisi TPA Jatiwaringin Sepekan Terbakar (Foto: BNPB)

Liputan6.com, Jakarta - Upaya pemadaman api di TPA Jatiwaringin yang terbakar terus dilakukan. Hari ini, sudah sepekan sejak titik api pertama kali terdeteksi Selasa (30/6/2026).

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang, 60 persen area terbakar sudah dikuasai.

"Dari hektare yang terbakar sudah signifikan hasilnya, sekitar 60 persen sudah padam, tinggal asap-asap yang masih mengepul," ungkap Kepala BPBD Kabupaten Tangerang, Achmad Taufik, Selasa (7/7/2026).

Saat ini, titik api masih terlihat di sebelah utara dan timur. Proses pemadaman dilakukan tim Manggala Agni Kementerian Kehutanan. Sisanya dipadamkan petugas gabungan Pemadam Kebakaran dari Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang dan juga pihak swasta.

Untuk mempercepat proses pemadaman, BNPB menambah helikopter water bombing menjadi 3 unit.

"Sejak 5 Juli ditambah jadi 3 helikopter water bombing. Selebihnya oleh Manggala Agni, tim gabungan Damkar dan juga pengamanan oleh TNi/Polri," ujarnya.

Pemadaman Dimaksimalkan Hingga Malam Hari

Kondisi TPA Jatiwaringin Sepekan Terbakar (Foto: BNPB)

Sementara menurut BNPB, data per 6 Juli 2026, sebanyak 300 personel gabungan diterjunkan untuk percepatan pemadaman. Personel gabungan terdiri dari unsur Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten/Kota Tangerang, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), TNI, POLRI, Manggala Agni dari Kementerian Kehutanan, Kementerian Lingkungan Hidup, dan relawan.

Penguatan personel turut didukung dengan pengerahan armada peralatan antara lain 19 unit mobil pemadam kebakaran, 4 unit mobil tangki air, 8 unit eskavator, 8 unit bulldozer, 3 unit helikopter water bombing, dan 2 unit drone monitoring.

Saat ini, situasi di lapangan menunjukkan kepulan asap putih masih terlihat di antara lahan-lahan yang menghitam terbakar dilalap si jago merah. Beberapa titik api kecil tampak di antara tumpukan sampah. Personel pemadam kebakaran melakukan penyemprotan dengan selang panjang. Eksavator membantu mengurai tumpukan sampah. Sementara itu, tiga helikopter water bombing bolak-balik mengguyur lokasi yang terpantau memiliki titik api.

Area pemadaman dibagi menjadi tiga sektor, yaitu utara, tengah, dan selatan untuk memudahkan koordinasi dan penanganan.

Direktur Koordinasi Pengendalian Operasi Darurat BNPB, Brigjen TNI Djohan Darmawan, S.I.P. menjelaskan, upaya pemadaman kebakaran lahan TPA ini membutuhkan penanganan khusus karena jenis lahan menyerupai lahan gambut di mana api tidak berada di permukaan namun membara di dalam tumpukan sampah. Upaya pemadaman dilakukan dengan berbagai metode. Satgas darat melakukan penyemprotan untuk api di permukaan juga injeksi untuk api di bawah permukaan. Satgas udara water bombing menjangkau dari atas.

Kebutuhan air untuk pemadaman didukung dengan tersedianya danau atau embung yang berada di dekat lokasi kebakaran. Hal ini memudahkan helikopter melakukan pengisian ember sebagaiwater bombing dan selang air.

Mulai hari ini, operasi pemadaman akan dioptimalkan hingga pukul 22.00 WIB untuk satgas darat. Tim Damkar dan Manggala Agni akan melakukan sistem injeksi dengan mesin untuk memasukkan air ke dalam tumpukan sampah. Metode ini sifatnya pembasahan lahan agar api dalam tumpukan segera padam. Dengan perpanjangan waktu operasi ini diharapkan upaya pemadaman berjalan secara optimal.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya