Tumpahan Oli di Jalan Kalianda Bikin Pemotor Berjatuhan, Damkar Turun Tangan

Tumpahan oli sepanjang 500 meter di Jalan Kalianda membuat banyak pengendara motor terpeleset.

oleh Ardi MuntheDiterbitkan 06 Juli 2026, 11:59 WIB
Petugas Damkarmat Lampung Selatan membersihkan tumpahan cairan licin diduga oli di Jalan Lintas Timur. (Dok. Istimewa).

Liputan6.com, Jakarta - Tumpahan oli di Jalan Raya Lintas Timur, Kecamatan Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan, Senin (6/7/2026) dini hari, membuat ruas jalan sepanjang sekitar 500 meter berubah licin. Kondisi tersebut menyebabkan banyak pengendara sepeda motor dilaporkan terpeleset saat melintas di jalur yang didominasi turunan tersebut.

Laporan mengenai tumpahan cairan licin itu diterima Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Lampung Selatan sekitar pukul 04.20 WIB. Tak lama berselang, petugas langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pembersihan.

Kepala Bidang Damkarmat Lampung Selatan, Rully Fikriansyah, mengatakan tumpahan yang diduga oli itu membentang dari kawasan sebelum Menara Siger hingga jalur menurun menuju Pelabuhan Bakauheni dengan panjang sekitar 500 meter.

"Awalnya kami menerima laporan dari masyarakat sekitar pukul 04.20 WIB. Ada cairan yang diduga oli, licin dan lengket, membentang kurang lebih 500 meter di jalan turunan," kata Rully dikonfirmasi, Senin (6/7/2026).

Menurut dia, berdasarkan informasi warga, cukup banyak pengendara yang terpeleset akibat permukaan jalan yang licin. Namun, hingga proses penanganan selesai, pihaknya hanya memperoleh satu rekaman video yang memperlihatkan pengendara terjatuh.

"Informasinya banyak yang terpeleset, tetapi yang terdokumentasi hanya satu kejadian. Syukurnya tidak ada korban luka berat, hanya mengalami keseleo dan luka ringan," jelasnya.

Untuk mengatasi kondisi tersebut, petugas Damkarmat tidak hanya menyiram jalan menggunakan air, tetapi juga menaburkan detergen di sepanjang lokasi tumpahan sebelum disemprot menggunakan mobil pemadam berkapasitas 4.000 liter.

Rully menjelaskan, penggunaan detergen dinilai lebih efektif dibandingkan pasir dalam menghilangkan lapisan oli di permukaan aspal.

"Kalau hanya disiram air, jalannya justru semakin licin. Karena itu kami taburkan detergen, digosok bersama aparat kecamatan dan pemerintah desa, lalu disemprot dengan tekanan tinggi menggunakan mobil damkar," katanya.

 

Proses Pembersihan

Proses pembersihan dimulai sejak petugas tiba di lokasi sekitar pukul 06.12 WIB dan berlangsung selama kurang lebih dua jam hingga kondisi jalan kembali aman dilalui kendaraan.

Pembersihan melibatkan unsur Kecamatan Kalianda, pemerintah desa, serta petugas terkait.

"Alhamdulillah, setelah proses pembersihan selesai, arus lalu lintas di Jalan Lintas Timur kembali normal dan permukaan jalan dipastikan tidak lagi licin. Meski demikian, pengendara diimbau tetap berhati-hati, terutama saat melintasi jalur menurun di kawasan itu," tandasnya.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya