Liputan6.com, Jakarta - Misteri penyerangan berdarah yang menggemparkan warga Dusun Plongkowati, Desa Madukoro Baru, Kecamatan Kotabumi Utara, Lampung Utara, akhirnya terungkap.
Polisi memastikan aksi pembacokan yang dilakukan seorang pria terhadap tetangganya dipicu rasa sakit hati karena merasa tidak mendapat perhatian dan bantuan saat membangun rumah.
Advertisement
Pelaku bernama Yakub (33). Ia nekat menyerang tetangganya, Syafei Riyadi (59), pada Rabu malam, 17 Juni 2026. Dalam aksi tersebut, Yakub bahkan sempat menyandera istri korban sebelum terjadi duel senjata tajam yang menyebabkan tiga orang terluka.
Kasat Reskrim Polres Lampung Utara, AKP Ivan Roland Cristofel, mengatakan hasil penyelidikan mengungkap tidak ada motif perampokan maupun pencurian dalam peristiwa itu.
Aksi brutal tersebut murni dipicu kekecewaan pelaku terhadap lingkungan sekitar.
“Pelaku merasa tidak ada kepedulian dari tetangganya saat dirinya sedang membangun rumah. Korban dianggap mampu secara ekonomi, namun tidak memberikan partisipasi atau bantuan, baik secara moril maupun materiil,” kata Ivan, Minggu (21/6/2026).
Menurut dia, saat kejadian pelaku datang dalam kondisi sadar dan tidak berada di bawah pengaruh minuman keras maupun alkohol.
Berdasarkan rekaman CCTV, Yakub mendatangi rumah korban sekitar pukul 20.30 WIB dengan membawa senjata tajam jenis laduk.
Yakub kemudian menerobos pagar dan masuk ke dalam rumah korban hingga memicu keributan.
Sandera Istri Korban
Situasi semakin mencekam ketika Yakub menyandera Jawariyah (55), istri korban. Melihat istrinya terancam, Syafei berupaya melakukan perlawanan dengan mengambil sebilah pedang yang dimilikinya.
Duel senjata tajam pun tak terhindarkan. Akibat peristiwa itu, Syafei mengalami sejumlah luka bacok di tubuhnya. Sementara itu, Jawariyah mengalami luka pada tangan kiri saat berusaha melerai pertikaian. Di sisi lain, Yakub menderita luka robek cukup parah pada bagian perut.
Polisi menyebut pasangan suami istri tersebut kini telah diperbolehkan pulang setelah menjalani perawatan medis.
Sedangkan Yakub masih menjalani perawatan intensif dan dirujuk ke RSUD Dr. H. Abdul Moeloek, Bandar Lampung.
Meski motif penyerangan telah terungkap, polisi hingga kini belum menetapkan status tersangka terhadap Yakub. Selain karena kondisi pelaku yang masih kritis, penyidik juga masih menunggu sikap keluarga korban terkait proses hukum kasus tersebut.
“Kami masih menunggu sikap dari pihak keluarga korban, apakah kasus ini akan dilanjutkan ke ranah hukum pidana atau diselesaikan secara kekeluargaan,” ujar Ivan.