Liputan6.com, Jakarta - Mata Nany Andryani Permana (48) tertuju pada ponselnya. Di sela kesibukan melayani pembeli di warung bakso ikan miliknya yang berada depan SMPN 1 Klapanunggal, Kabupaten Bogor, dia membuka aplikasi BRImo.
Sambil sesekali merapikan pesanan pelanggan, jempol Nany bergerak cepat memilih menu BRIVA, lalu memasukkan angka pada virtual account. Tak sampai beberapa menit, transaksi selesai.
Advertisement
"Ting". Notifikasi pembayaran berhasil muncul di layar. Tagihan sekolah kedua anaknya pun lunas.
"Bayar sekolah anak pakai ini, pakai BRImo, lebih cepat," kata Nany sambil menunjukkan notifikasi pembayaran kepada Liputan6.com, Jumat, 12 Juni 2026.
Aplikasi BRImo sudah menjadi bagian dari keseharian Nany sejak 2019. Berbagai kebutuhan, mulai dari membayar sekolah anak, membeli token listrik, membayar internet, hingga berbelanja kebutuhan usaha, kini dilakukan melalui ponsel.
Awalnya, Nany menggunakan BRImo setelah kehilangan kartu ATM. Saat itu, dia sempat bingung karena harus tetap bertransaksi untuk kebutuhan sehari-hari. Solusinya datang dari sang anak yang mengenalkannya pada layanan mobile banking milik BRI tersebut.
"Waktu ATM hilang, diajarin sama anak. Katanya nggak usah pakai kartu ATM, nggak usah ke kantor BRI bikin kartu lagi. Dari BRImo juga bisa," ujarnya.
Sejak saat itu, Nany mulai terbiasa menggunakan BRImo. Apalagi setelah usaha bakso ikan yang dikelolanya mulai menerima pembayaran dari platform pesan antar makanan.
Dana hasil penjualan dari layanan seperti ShopeeFood dan GrabFood langsung masuk ke rekening yang terhubung dengan BRImo. Melalui aplikasi itu, dia bisa memantau seluruh transaksi usahanya tanpa perlu bolak-balik ke ATM.
"Sekarang malah nggak punya kartu ATM lagi. Semua lihatnya dari BRImo," katanya sambil tersenyum.
Satu Aplikasi untuk Beragam Kebutuhan
Kemudahan yang dirasakan Nany bukan hanya untuk mengelola usaha dan sekolah anak. Dia juga memanfaatkan BRImo untuk berbelanja kebutuhan rumah tangga maupun usaha.
Saat membeli bahan baku di toko langganan, dia cukup melakukan pembayaran melalui QRIS BRImo. Begitu pula saat berbelanja di minimarket atau melakukan transaksi online.
Menurut Nany, penggunaan BRImo membuat dirinya tidak lagi bergantung pada uang tunai.
"Lebih mudah aja. Nggak usah bawa uang cash. Orang juga sekarang tinggal transfer atau QRIS," katanya.
Meski sebagian besar transaksi kini dilakukan secara digital, Nany mengaku tetap bisa mengambil uang tunai saat diperlukan. Dia cukup menggunakan fitur tarik tunai tanpa kartu yang tersedia di BRImo.
"Kalau lagi butuh uang cash, tinggal ambil lewat BRImo di ATM," ujarnya.
Bagi Nany, kehadiran BRImo membuat banyak urusan menjadi lebih praktis. Tak perlu lagi menyisihkan waktu khusus untuk datang ke ATM atau bank. Berbagai transaksi bisa diselesaikan kapan saja, bahkan saat dirinya tetap berjualan di warung.
"Pokoknya lebih praktis, lebih simpel. Sambil pegang HP juga beres," kata Nany.
Pantau Pengeluaran Lewat BRImo
Tak hanya Nany. Sudah hampir dua tahun Ria (34) menggunakan BRImo untuk menunjang aktivitas sehari-hari. Aplikasi tersebut menjadi andalannya untuk berbagai transaksi, mulai dari membeli sarapan seperti nasi uduk, berbelanja di supermarket, hingga membeli tiket pesawat.
Ria juga memanfaatkan BRImo untuk mentransfer uang kepada keluarga dan membayar kebutuhan pendidikan anak. Berbagai transaksi yang sebelumnya mengharuskannya datang ke ATM kini bisa diselesaikan hanya melalui ponsel.
Menurut Ria, fitur yang paling sering digunakannya adalah transfer dan pembelian token listrik. Selain praktis, BRImo juga membantunya memantau kondisi keuangan. Melalui menu mutasi, dia dapat melihat riwayat transaksi sekaligus mengontrol pengeluaran dengan lebih mudah.
"Pokoknya sangat memudahkan. Hidup jadi anti ribet dengan aplikasi BRImo," ujar Ria.
BRImo Tembus 48,43 Juta Pengguna
Di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat akan layanan keuangan digital, BRI terus mengembangkan BRImo sebagai super app yang mengintegrasikan berbagai kebutuhan transaksi dalam satu aplikasi. Melalui BRImo, nasabah dapat mengakses beragam layanan, mulai dari pembukaan rekening digital, transfer antarbank, transaksi QRIS, investasi, hingga berbagai layanan finansial dan gaya hidup lainnya.
Pengembangan BRImo merupakan bagian dari strategi transformasi digital BRI untuk menghadirkan ekosistem layanan yang semakin terhubung, praktis, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat yang terus berkembang.
Langkah tersebut mendapat respons positif dari pengguna. Hingga April 2026, BRImo telah digunakan oleh lebih dari 48,43 juta pengguna. Dalam periode yang sama, volume transaksi melalui aplikasi tersebut mencapai Rp2.749,17 triliun dengan frekuensi transaksi sebanyak 2,15 miliar kali.
Capaian tersebut menunjukkan tingginya adopsi layanan digital BRI sekaligus memperkuat posisi BRImo sebagai salah satu kanal transaksi utama perseroan.
Corporate Secretary BRI Dhanny mengatakan transformasi digital yang dijalankan perusahaan terus difokuskan untuk menghadirkan layanan yang mampu menjawab kebutuhan transaksi masyarakat yang semakin mengandalkan teknologi digital.
“BRImo terus kami kembangkan agar mampu menghadirkan pengalaman transaksi yang seamless, aman, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. Pertumbuhan transaksi digital yang terus meningkat juga memberikan kontribusi positif terhadap penguatan dana murah Perseroan sehingga mendorong struktur pendanaan yang semakin efisien dan berkelanjutan. Penghargaan ini menjadi motivasi bagi BRI untuk terus memperkuat inovasi layanan, memperluas inklusi keuangan, sekaligus memperkuat pertumbuhan bisnis Perseroan,” imbuh Dhanny.
Dengan inovasi yang terus dikembangkan dan jumlah pengguna yang terus bertambah, BRImo tidak hanya menjadi alat transaksi digital, tetapi juga bagian dari upaya BRI memperluas akses layanan keuangan bagi masyarakat. Ke depan, aplikasi ini diharapkan semakin memperkuat pengalaman bertransaksi secara digital sekaligus mendorong inklusi keuangan yang lebih luas di Indonesia.