Liputan6.com, Jakarta - Ketua DPP PDI Perjuangan, Andreas Hugo Pareira mengatakan, bukan hal baru jika Presiden Prabowo Subianto dan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri terlihat kompak seperti diperlihatkan usai Upacara Hari Lahir Pancasila Senin 1 Juni 2026 di Istana Kepresidenan.
"Dari dulu juga Bu Mega dan Pak Prabowo secara pribadi saling mengenal dan berkomunikasi dengan baik," kata dia kepada wartawan, Selasa (2/6/2026).
Advertisement
Andreas mencontohkan pernyataan Prabowo yang secara terbuka mengapresiasi peran Megawati dalam perjalanan politiknya. Keduanya juga pernah menjadi pasangan calon presiden dan wakil presiden pada ajang Pilpres 2029.
Karena itu, masih kata dia, keakraban dua tokoh politik ini merupakan hal positif bagi suasana hari ini.
"Keakraban antara pemimpin tentu baik, tetapi tentu keakraban tersebut juga diharapkan membawa kebaikan untuk rakyat, bangsa dan negara," ungkap Andreas.
Sebelumnya, Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto mengapresiasi suasana penuh keakraban antara Prabowo dan Megawati.
“PDI Perjuangan merasa terhormat dan menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat yang diberikan Presiden Prabowo Subianto kepada Ibu Megawati Soekarnoputri dalam rangkaian peringatan Hari Lahir Pancasila. Kehangatan tersebut menunjukkan semangat gotong royong dan persaudaraan kebangsaan yang sangat dibutuhkan dalam menghadapi berbagai tantangan bangsa saat ini,” kata Hasto di Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Senin (1/6/2026).
Dia menilai bahwa ada komunikasi, rasa hormat, dan hubungan yang baik antar kedua tokoh bangsa tersebut.
“Ibu Megawati dan Presiden Prabowo sama-sama menunjukkan penghormatan satu sama lain sebagai tokoh bangsa yang memiliki tanggung jawab sejarah terhadap masa depan Indonesia,” kata Hasto.
Momen Prabowo Gandeng Megawati usai Upacara Hari Lahir Pancasila
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto terlihat menggandeng tangan Presiden ke-5 Megawati Soekarnoputri, Senin (1/6/2026). Momen itu terjadi setelah upacara peringatan Hari Lahir Pancasila yang digelar di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri.
Setelah memimpin jalannya upacara, Presiden Prabowo Subianto kembali ke tempat duduknya. Prabowo menyalami satu per satu tamu undangan. Terlihat Prabowo menghampiri Wapres ke 10 dan 12, Jusuf Kalla. Setelah itu, Prabowo menyalami Presiden ke-5, Megawati Soekarnoputri yang duduk di samping Jusuf Kalla.
Prabowo Kemudian menghampiri Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Keduanya bersalaman. Lalu Prabowo menyalami Wapres ke 13 KH. Maruf Amin. Tak lupa menyapa Menteri kabinet Merah Putih yang hadir. Terlihat mendagri Tito Karnavian, Menteri Kebudayaan Fadli Zon, dan menteri lainnya. Tak lupa, Prabowo bersalaman dengan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit.
Megawati dan Jusuf Kalla menunggu Prabowo menyalami tamu undangan yang hadir. Setelah itu, Prabowo berjalan diikuti Megawati, Jusuf Kalla, dan Maruf Amin. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dan Mensesneg Prasetyo Hadi mengikuti langkah Prabowo menuju ke area dalam Gedung Pancasila.
Prabowo sempat berbincang dengan Maruf Amin. Setelah itu, Prabowo mempersilakan Megawati yang juga menjabat Ketua Dewan Pengarah BPIP untuk berjalan lebih dulu. Namun, justru Mega yang mempersilakan Prabowo berjalan paling depan. Bahkan terlihat Megawati guyon dengan mencoba menarik tangan Prabowo agar berjalan lebih dulu.
Kedua pemimpin ini akhirnya berjalan bersama. Prabowo menggandeng tangan Megawati yang hari ini mengenakan kebaya berwarna Merah. Keduanya saling tersenyum dan tertawa.