Bacakan Pledoi, Noel Klaim Berjasa Lahirkan Bantuan Hari Raya untuk Ojol

Immanuel Ebenezer alias Noel mengungkit jasanya saat menjadi pejabat. Dia mengklaim memperjuangkan nasib pengemudi ojek online.

oleh Muhammad Radityo PriyasmoroDiterbitkan 25 Mei 2026, 19:22 WIB
Mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker), Immanuel Ebenezer Gerungan alias Noel, saat tiba untuk mengikuti sidang pembacaan tuntutan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) atas kasus dugaan pemerasan dan penerimaan gratifikasi terkait pengurusan sertifikasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di lingkungan kementerian Ketenagakerjaan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Senin (18/5/2026). (Kapanlagi.com/Budy Santoso)

Liputan6.com, Jakarta - Eks Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker), Immanuel Ebenezer Gerungan alias Noel mengungkit jasanya saat menjadi pejabat. Dia mengklaim memperjuangkan nasib pengemudi ojek online.

Hal mitu disampaikan Noel saat membacakan pledoi atau nota pembelaan dalam sidang kasus dugaan korupsi pemerasan sertifikasi K3 di Kementerian Ketenagakerjaan di Pengadilan Tipikor, Senin (25/5/2026). Dalam nota pembelaaan yang dibacakan, Noel menyinggung perhatiannya kepada kelompok ojek online (ojol) saat masih menjabat sebagai wakil menteri.

“Saya juga menaruh perhatian kepada pekerja ojol dari awal masa jabatan saya. Saya melihat pengemudi ojol dan kurir online sebagai kelompok pekerja yang ikut menopang ekonomi rakyat, tapi sering berada dalam posisi rentan,” ujar Noel di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (25/5/2026).

Noel menyebut inisiatifnya yang paling berpengaruh terhadap kesejahteraan pengemudi ojol dan kurir daring adalah program bantuan hari raya atau BHR dari aplikator masing-masing mitra. Dia mengklaim gol-nya BHR sebagai salah satu jerih payahnya.

“Dengan hadirnya saya, inisiatif saya, dan juga keberanian saya, lahirlah yang namanya Bantuan Hari Raya untuk ojek online,” bangga Noel.

Menurut Noel, BHR ojol bukan sekadar uang hari raya. Namun perhatian yang layak didapatkan bagi mereka yang setiap hari bekerja keras layaknya pekerja formil walau berstatus mitra. 

Noel juga mengingat masa-masa ketika menjalani pekerjaan sebagai pengemudi ojol. Ada keluarga yang perlu dibiayai untuk hidup.

“Saya pernah merasakan sendiri bekerja sebagai ojek online. Di balik jaket ojol, ada keluarga, cicilan, anak yang harus sekolah, dan manusia yang bekerja keras dari pagi sampai malam,” tutur Noel. 

Karena itu, BHR ojol lahir dari keyakinan bahwa negara hadir bagi semua rakyatnya. Tak terkecuali pengemudi ojol.

“Negara harus mulai melihat mereka bukan hanya sebagai mitra aplikasi, tetapi sebagai pekerja yang juga membutuhkan perlindungan dan penghargaan," tutupnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya