Penumpang Wanita Menangis Diperiksa Bea Cukai Soetta Gara-Gara Kartu Pokemon

JS mengaku diperiksa oleh sekitar 2 sampai 4 orang. Dia sempat menangis akibat pemeriksaan yang memakan waktu lama.

oleh Pramita TristiawatiDiterbitkan 15 Mei 2026, 13:55 WIB
Ilustrasi kartu pokemon (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Seorang penumpang berinisial JS (28), mengaku mendapat pengalaman tak menyenangkan saat diperiksa oleh petugas Bea dan Cukai Bandara Soekarno Hatta, sesaat dia tiba dari penerbangan Guangzhou, China.

Kejadian tersebut terjadi pada Rabu, 13 Mei 2026. Saat itu, dia dan suaminya baru tiba di Bandara Soekarno Hatta, setelah pulang dari liburan.

Seperti biasa, dia dan suami menjalani pemeriksaan setelah pengambilan bagasi. Saat itu, dia mengaku diarahkan masuk ke jalur red line.

JS mengaku, kopernya sudah ditandai pada saat dirinya mengambil di baggage. Lalu, dia harus membongkar semua koper, termasuk koper besar.

"Awalnya yang kena koper yang besar, keluarin (kartu) pokemon sama stiker. (Petugas) dia menanyakan invoice, aku kasih invoicenya. Terus dicek barangnya, enggak yakin dengan harga yang tertera di invoice," ujar JS.

Petugas juga sempat membuka koper kabin, dimana di dalamnya terisi 90 persen kartu Pokemon dan stiker yang diakuinya adalah oleh-oleh untuk sang anak.

Saat itu, petugas menanyakan hal lain, seperti keberangkatan kapan, pulangnya, jalan sama siapa saja, hingga tujuan di sana kemana dan keperluannya apa saja.

"Dia cek salah satu Pokemon harganya tinggi, aku tunjukin bukti foto kalau ada belinya memang di toko pasar, ada sekitar 3, 4 foto buat bukti," katanya.

Dia pun membantah bila ada salah satu kartu Pokemon yang dibelinya seharga jutaan hingga ratusan juta. JS juga sempat menunjukan foto saat beli di pasar.

JS mengaku, diperiksa oleh sekitar 2 sampai 4 orang. Saat itu, dia sempat menangis akibat pemeriksaan yang memakan waktu lama baginya. Meskipun JS diperbolehkan membawa pulang kembali barang-barang setelah mendapat penjelasan dari petugas. 

 

Penjelasan Bea Cukai

Di lain pihak, Kepala Kantor Bea Cukai Soekarno Hatta Hengky Tomuan Parlindungan Aritonang mengatakan, bila prosedur pemeriksaan barang bawaan penumpang itu sudah sesuai ketentuan yang berlaku, serta humanis.

"Bahwa benar telah terjadi pemeriksaan barang penumpang tersebut, mengingat dalam pembawaannya terdapat barang berupa kartu Pokemon dalam jumlah yang banyak," ujar Hengky kepada Liputan6.com, Jumat (15/5/2026).

Menurutnya, dalam pembuktian apakah barang tersebut masuk dalam klasifikasi barang pribadi maupun barang dagangan, ada kemungkinan penumpang merasa adanya pressure dalam kejadian tersebut.

"Tapi sampai dengan pemeriksaan selesai tidak benar bahwa penumpang tersebut menangis," katanya.

Seperti diketahui, lanjutnya, kartu Pokemon harganya bervariatif. Dari angka Rp 100 ribu ada pula yang sampai Rp 100 juta, untuk itu dalam rangka peningkatan penerimaan sesuai perintah pak Menteri, hal tersebut menjadikan atensi.

"Terakhir, setelah dilakukan pemeriksaan, atas penumpang tersebut tidak dikenakan tagihan bea masuk atau pajak dalam rangka impor. Hal itu setelah menunjukkan bukti invoice atas barang yang dibawanya," ujarnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya