Liputan6.com, Jakarta - Di balik ringseknya badan Bus Halmahera yang terperosok ke dalam jurang di Jalan tol Medan - Kualanamu - Tebing Tinggi (Tol JMKT), Kabupaten Serdang Bedagai, terselip sebuah kisah tentang mukjizat dan firasat yang menjadi kenyataan.
Julinar Munthe, salah satu penumpang yang berhasil selamat dari kecelakaan maut tersebut, kini terbaring di RS Grandmed Lubukpakam. Sambil menahan rasa sakit, warga Kabupaten Labuhanbatu ini mengenang kembali momen-momen sebelum maut hampir menjemputnya.
Advertisement
Sebelum melangkahkan kaki menaiki bus tersebut, Julinar sebenarnya sudah mendapat peringatan dari sang suami. Sebuah kecemasan yang kini terasa seperti peringatan dari langit.
"Ada firasat buruk. Suami sempat bilang, ada kecelakaan bus di daerah Toba kemarin. Dia takut kalau saya berangkat. Tapi saya bilang tidak apa-apa, tidak tahunya malah kejadian seperti ini," ungkap Julinar dengan nada lirih, Senin 11 Mei 2026.
Saat kecelakaan terjadi, Julinar sedang beristirahat di kursinya. Ia tidak tertidur pulas, namun guncangan hebat terjadi begitu cepat hingga ia tak sanggup menyadari apa yang sebenarnya menghantam bus mereka.
"Tiba-tiba saja bus sudah terguling masuk ke dalam jurang," kenangnya.
Rencana Ujian Batal
Dalam kondisi sadar namun tak berdaya di dasar jurang, Julinar merasa hidupnya berada di ujung tanduk. Beruntung, pertolongan cepat datang dari petugas Dinas Perhubungan (Dishub) yang berada di lokasi.
"Saya selamat ini adalah mukjizat dari Allah SWT lewat pertolongan petugas Dishub. Mereka yang langsung mengevakuasi saya keluar dari bus," tambahnya penuh syukur.
Keberangkatan Julinar ke arah Medan sebenarnya membawa misi penting. Ia dijadwalkan mengikuti ujian manajer Koperasi Desa Merah Putih pada Senin sore. Namun, alih-alih duduk di ruang ujian, ia kini harus berjuang melawan trauma dan luka-luka di rumah sakit.
"Rencananya sore ini ujian, tapi karena kecelakaan ini, semuanya batal," tuturnya.
Harapkan Keselamatan Penumpang yang Utama
Meski menjadi korban, Julinar tidak menyimpan dendam. Ia justru menitipkan pesan mendalam bagi para sopir bus di luar sana agar kejadian serupa tak menimpa 'Julinar-Julinar' lainnya.
"Kita berharap pengemudi berhati-hati. Keselamatan penumpang itu paling utama, jangan hanya mengejar setoran," harapnya.
Humas RS Grandmed Lubukpakam, Emra Sofian Sinaga, mengonfirmasi bahwa saat ini terdapat tiga penumpang Bus Halmahera yang sedang menjalani perawatan intensif.
"Kondisinya luka ringan, namun kami sarankan penanganan lebih lanjut ke dokter neurologi dan dokter tulang untuk memastikan tidak ada cedera dalam yang serius," pungkas Sofian.