Liputan6.com, Jakarta - Jadwal keberangkatan jemaah calon haji (JCH) Kloter 25 Embarkasi Makassar mengalami perubahan menyusul diterbitkannya Notice to Airmen (NOTAM) Danger Zone oleh otoritas penerbangan India. Akibat kebijakan tersebut, penerbangan yang membawa jemaah asal Papua Barat itu dipercepat sekitar dua jam dari jadwal semula.
Ketua Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Makassar, Ikbal Ismail, mengatakan pihaknya telah menerima informasi resmi terkait penyesuaian waktu keberangkatan Kloter 25. Awalnya, jemaah dijadwalkan terbang pada Sabtu (9/5) pukul 13.10 Wita, namun jadwal tersebut berubah menjadi pukul 11.00 Wita.
Advertisement
Menurut Ikbal, perubahan jadwal dilakukan setelah adanya pemberitahuan dari otoritas penerbangan India mengenai NOTAM Danger Zone yang memengaruhi jalur penerbangan. Meski terjadi percepatan waktu keberangkatan, seluruh proses persiapan jemaah dipastikan tetap berjalan sesuai prosedur.
Ia mengaku perubahan jadwal kali ini justru menjadi pengalaman berbeda selama proses pemberangkatan haji di Embarkasi Makassar. Pasalnya, sebagian besar penerbangan sebelumnya lebih sering mengalami keterlambatan dibanding dimajukan lebih awal.
“Biasanya penerbangan mengalami delay, tetapi kali ini justru dipercepat. Kami tentu siap menyesuaikan dan memberangkatkan jemaah sesuai jadwal terbaru yang ditetapkan Garuda Indonesia,” ujar Ikbal kepada wartawan di Asrama Haji Sudiang Makassar, Jumat (8/5/2026).
Ikbal juga memastikan perubahan jadwal tersebut hanya berlaku untuk Kloter 25 dan tidak berdampak terhadap jadwal keberangkatan kloter lainnya di Embarkasi Makassar.
“Untuk sementara hanya Kloter 25 yang mengalami perubahan jadwal. Kloter lain masih tetap mengikuti jadwal yang sudah ditetapkan sebelumnya,” katanya.