Sosok Pria Diduga Otak Pelarian Pelaku Pencabulan Santriwati di Pati

KS diduga berperan membantu pelarian tersangka utama, Ashari, yang sempat buron sebelum akhirnya ditangkap di Kabupaten Wonogiri.

oleh Arief PramonoDiterbitkan 07 Mei 2026, 23:52 WIB
Pria Berkaos Putih Buka Suara usai Ditangkap Polisi, Bantah Terlibat Kaburnya Kyai Cabul Pati

Liputan6.com, Pati- Polisi menangkap satu orang berinisial KS dalam pengembangan kasus dugaan pencabulan terhadap santriwati di Pondok Pesantren Ndolo Kusumo, Pati, Jawa Tengah. KS diduga berperan membantu pelarian tersangka utama, Ashari, yang sempat buron sebelum akhirnya ditangkap di Kabupaten Wonogiri.

Penangkapan KS dilakukan di sebuah hotel di Kota Bekasi, Jawa Barat, sebelum kemudian dibawa ke Polresta Pati dengan pengawalan ketat pada Kamis (7/5/2026). Saat ditangkap, KS berkaos putih dan bercelana jins.

Kasat Reskrim Polresta Pati, Kompol Dika Hadian Widya Wiratama mengatakan, KS diduga sebagai otak pelarian tersangka AS hingga upaya menghilangkan jejak.

“Yang berbaju putih (KS) itu kami duga ikut serta pelarian daripada tersangka saat dilakukan pemanggilan sebagai tersangka,” kata Dika saat konferensi pers di Polresta Pati.

Kapolresta Pati Kombes Pol Jaka Wahyudi juga menguatkan dugaan tersebut. Menurutnya, KS diduga berperan dalam perencanaan hingga membantu menghapus jejak pelarian Ashari.

"Orang (KS) yang diduga dalam membantu pelarian tersangka, baik dari mulai perencanaan sampai pada kegiatan cara menghapus jejak dibantu yang kita tangkap," papar Jaka.

Meski demikian, polisi masih mendalami lebih jauh peran KS dalam kasus ini untuk memastikan tingkat keterlibatannya secara hukum.

KS Bantah Bantu Pelarian Pelaku

Pria Berkaos Putih Buka Suara usai Ditangkap Polisi, Bantah Terlibat Kaburnya Kyai Cabul Pati

Di sisi lain, KS yang diketahui bernama Kuswandi membantah tuduhan membantu pelarian. Dia mengaku hanya membantu mencarikan pengacara baru untuk Ashari setelah kuasa hukum sebelumnya dicabut.

Menurut Kuswandi, dirinya berada di Bekasi untuk mengurus pendampingan hukum dan sempat berkomunikasi dengan Ashari sebelum penangkapan terjadi.

“Waktu sore sudah mau hubungi (Ashari) agar mau pulang ke Pati, karena sudah mendapatkan pengacara yang baru,” ujar KS.

Dia juga menegaskan tidak terlibat dalam upaya pelarian dan menyebut hanya membantu karena meyakini Ashari tidak bersalah.

Sementara itu, kuasa hukum KS, Feradi WPI, mempertanyakan proses penangkapan kliennya yang dinilai tidak sesuai prosedur. Dia menyebut tidak ada pemberitahuan resmi kepada pihak keluarga terkait penangkapan tersebut.

"Penangkapan klien kami (Kuswandi) oleh polisi, ternyata tidak ada surat pemberitahuan resmi dari Polresta Pati kepada pihak keluarga klien kami," kata Feradi.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya