Liputan6.com, Jakarta - Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), mendorong untuk segera menuntaskan normalisasi kali Ciliwung untuk mencegah banjir di Jakarta.
AHY menjelaskan, saat ini proses pembangunan dan revitalisasi, termasuk normalisasi kali Ciliwung sudah mencapai 52 persen.
Advertisement
"Sisanya 16 km, termasuk tadi kita menyusuri menggunakan perahu karet dari Rawajati ke Bidara Cina kurang lebih 5 km," kata AHY di Inlet Sodetan Kali Ciliwung, Kamis (7/5/2026).
"Ini harus kita segera lakukan normalisasi, pembangunan tanggul kurang lebih tingginya 4 hingga 5 meter dan tadi bisa dihitung berapa panjang di titik-titik yang paling rawan," sambungnya.
Ketua Umum Demokrat ini juga menjelaskan, kondisi Kali Ciliwung setiap tahunnya mengalami pendangkalan, mulai dari 20 hingga 50 sentimeter. Sehingga hal tersebut tak boleh dibiarkan.
"Iitu harus dilakukan terus pengerukan. Jadi ini sangat berpengaruh pada kondisi sungai kita," ungkap dia.
Dia membeberkan, setia proses normalisasi tidak terlepas dari tantangan yang dihadapi, salah satunya pembebasan lahan.
"Tadi Bu Wamen (Wamen PU) juga menyampaikan lahannya seringkali masih terhambat, belum clean and clear pengadaannya," tutur AHY.
Kolaborasi
Karena itulah, kata AHY, harus ada kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, maupun masyarakat dalam sebuah pembangunan infrastruktur, termasuk melakukan normalisasi.
Sementara upaya normalisasi kali Ciliwung awalnya ditargetkan selesai pada tahun 2027. Namun, karena sejumlah faktor termasuk pembebasan lahan mengakibatkan target tersebut mundur menjadi 2028 hingga 2029.
"Jadi bisa dikatakan kita fokus dua tahun ke depan ini agar bisa menuntaskan. Sebetulnya dari 33 kilometer, separuh lebih, 52 persen sudah dituntaskan. Sisanya kita kejar, tadi juga ada beberapa titik," kata dia.