Laga Panas Persija vs Persib Dipaksa Pindah ke Samarinda, Panpel: Kami Kecewa Sekali

Panpel Persija mengaku kecewa laga melawan Persib dipindah ke Samarinda akibat alasan keamanan dan tidak keluarnya izin keramaian.

oleh Luqman RimadiDiterbitkan 06 Mei 2026, 15:00 WIB
Ketua Panpel Persija, Ferry Indrasjarief di Jakarta, Sabtu (23/8/2025). (Bola.com/Abdul Aziz)

Liputan6.com, Jakarta - Ketua panitia pelaksana pertandingan Persija Jakarta, Ferry Indrasjarief, mengaku kecewa laga kandang timnya melawan Persib Bandung kembali tidak bisa digelar di Jakarta.

Pertandingan pekan ke-32 BRI Super League 2025/2026 tersebut dipindahkan ke Stadion Segiri, Samarinda, Kalimantan Timur, setelah pihak kepolisian tidak mengeluarkan izin keramaian.

"Kecewa sekali, padahal kita sudah berupaya bekerja sama dengan Jakmania, berupaya untuk menunjukkan bahwa perilaku suporter kita sudah bagus. Boleh dibilang selama musim ini kita tidak ada kejadian apa pun yang berarti sehingga membuat PSSI ataupun liga khawatir dengan kondisi ini," kata Ferry Indrasjarief di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu.

Menurut Ferry, pihak kepolisian menyampaikan kekhawatiran terkait potensi gangguan keamanan pasca peringatan Hari Buruh atau May Day.

"Tadi sudah dibilang ya bahwa setelah May Day ada indikasi akan ada lagi, kemungkinan mereka khawatir seperti itu," ujarnya.

Ia menambahkan, situasi keamanan di wilayah lain juga menjadi pertimbangan.

"Kemarin ada kejadian di Bandung kan, ada seratus orang lebih yang ditangkap. Mungkin dari hasil interogasi itu mereka menganggap bahwa Jakarta rawan," kata dia.

 

 

Sempat Pertimbangkan Opsi di Surabaya dan Jepara

Pemain Persib Bandung, Beckham Putra (kanan) berebut bola dengan pemain Persija Jakarta, Allano De Souza Lima dalam laga lanjutan BRI Super League 2025/2026 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Bandung, Minggu (11/01/2026). (Bola.com/Abdul Aziz)

Sebelum diputuskan ke Samarinda, operator liga sempat menawarkan opsi stadion di Jepara dan Surabaya. Ferry mengaku memilih Surabaya karena akses yang mudah dan dukungan dari berbagai pihak, termasuk panitia pelaksana Persebaya Surabaya serta kelompok suporter.

Namun, opsi tersebut batal karena pertandingan di Pulau Jawa berpotensi digelar tanpa penonton.

Selanjutnya, opsi Bali juga dipertimbangkan. Namun Stadion Kapten I Wayan Dipta tidak tersedia karena digunakan untuk pertandingan lain, sehingga pilihan akhirnya jatuh ke Samarinda.

"Kalau kita pakai tanggal 10 (Mei) mereka nggak bisa, ada OT (official training). Nah, saya tanya sama pihak Bali, 'Kalian tanding sama siapa?' Tanding sama Borneo. Oh, berarti Borneo nggak dipakai dong stadionnya? Itulah kemudian pertimbangannya saya coba izin untuk coba kontak Borneo," jelasnya.

Kekecewaan Suporter Terulang

Massa suporter Persija Jakarta, The Jakmania, menggeruduk latihan tim kebanggaannya jelang menghadapi Persib Bandung di BRI Super League 2025/2026 di Persija Training Ground, Depok. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

 

Ferry mengakui perpindahan venue ini menimbulkan kerugian, baik secara finansial maupun dari sisi suporter.

Ia menyoroti kekecewaan pendukung Persija yang kembali tidak bisa menyaksikan langsung laga melawan Persib di Jakarta, yang terakhir terjadi pada 2019.

"Kami kecewa sekali, tapi memang kayaknya harus dipikirkan untuk ke depannya kita harus bikin jadwal yang di mana pertandingan Persija-Persib itu jangan yang bulan-bulan krusial kayak gini," ujarnya.

Saat ini, Persija berada di posisi ketiga klasemen dengan 65 poin, tertinggal tujuh poin dari Persib di puncak. Dengan tiga laga tersisa, peluang juara masih terbuka jika mampu meraih hasil maksimal di sisa pertandingan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya