Ekonomi Jakarta Naik 5,59 Persen, Sektor Dagang hingga Kuliner Melesat

Pertumbuhan ekonomi Jakarta pada triwulan I 2026 mencapai 5,59 persen, dengan sektor perdagangan dan aktivitas konsumsi menjadi pendorong utama.

oleh Tim NewsDiterbitkan 05 Mei 2026, 17:37 WIB
Pemandangan gedung perkantoran dan pusat perbelanjaan di Jakarta. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Liputan6.com, Jakarta - Ekonomi DKI Jakarta tumbuh sebesar 5,59 persen secara tahunan (year-on-year) pada triwulan I 2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini terutama ditopang oleh sektor perdagangan besar dan eceran, termasuk reparasi mobil dan sepeda motor.

Kepala Badan Pusat Statistik DKI Jakarta, Kadarmanto, menyebut sektor perdagangan menjadi penyumbang terbesar terhadap pertumbuhan ekonomi Jakarta.

"Lapangan usaha perdagangan besar dan eceran memberikan kontribusi ekonomi DKI Jakarta yang paling besar, menjadi sumber pertumbuhan tertinggi yang memberikan kontribusi sebesar 1,06 persen," kata Kadarmanto di Jakarta, Selasa (5/5/2025).

Selain perdagangan, sektor informasi dan komunikasi turut berkontribusi sebesar 0,88 persen, disusul sektor penyediaan akomodasi makan dan minum sebesar 0,56 persen.

Dari sisi produksi, sektor penyediaan akomodasi makan dan minum mencatat pertumbuhan tertinggi, yakni 10,84 persen secara tahunan.

Peningkatan ini didorong oleh naiknya jumlah kunjungan wisatawan mancanegara dan domestik, serta meningkatnya aktivitas masyarakat di restoran dan tempat makan.

Sektor jasa lainnya juga tumbuh signifikan sebesar 8,37 persen. Pertumbuhan ini dipicu oleh meningkatnya kunjungan wisatawan nusantara ke berbagai destinasi rekreasi dan hiburan di Jakarta.

 

Didorong Konsumsi Rumah Tangga

Selanjutnya, sektor transportasi dan pergudangan mencatat pertumbuhan sebesar 8,31 persen secara tahunan. Kenaikan ini tercermin dari meningkatnya jumlah penumpang di berbagai moda transportasi, termasuk angkutan rel, darat, laut, serta ASDP.

"Pertumbuhan lapangan usaha transportasi dan pergudangan ini tercermin dari kenaikan jumlah penumpang pada angkutan rel, angkutan darat angkutan laut dan juga ASDP yang meningkat," kata Kadarmanto.

Selain itu, peningkatan juga terjadi pada volume angkutan barang melalui jalur laut serta lalu lintas kendaraan di jalan tol.

Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan ekonomi Jakarta didorong oleh konsumsi rumah tangga yang menyumbang 3,32 persen. Sementara itu, pembentukan modal tetap bruto berkontribusi sebesar 1,68 persen dan pengeluaran konsumsi pemerintah sebesar 0,47 persen.

Infografis Prabowo Bidik Pertumbuhan Ekonomi Tembus 8 Persen. (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya